Namun negara-negara tetangga seperti China, Jepang dan Korea Selatan mengidentifikasi bahwa getaran tersebut bukan terjadi secara alami, melainkan merupakan buatan manusia.
Hal itu memicu spekulasi bahwa Korea Utara telah melakukan uji coba nuklir yang memicu terjadinya getaran.
"Mempertimbangkan kasus-kasus di masa lalu, ada kemungkinan bahwa hal itu bisa jadi merupakan tes nuklir yang dilakukan oleh Korea Utara," kata Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga seperti dimuat
BBC (6/1).
Badan meteorologi Amerika Serikat USGS mencatat bahwa getaran tersebut berkekuatan 5,1 skala richter. Sedangkan badan meteorologi Korea Selatan mengidentifikasi getaran tersebut berkekuatan 4,2 skala richter.
Dideteksi US Geological Survey bahwa lokasi getaran berasal dari wilayah yang letaknya sekitar 50 kilometer dari Punggye-ri Korea Utara dengan kedalaman 10 kilometer.
Menyusul hal itu, Korea Selatan segera menggelar pertemuan darurat di tingkat menteri.
[mel]
BERITA TERKAIT: