Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat John Kirby menyerukan agar Arab Sadi bisa menghormati dan melindungi hak asasi manusia dengan cara memastikan proses peradilan yang adil dan transparan.
Ia pun mendesak pemerintah Saudi untuk menerima dengan damai perbedaan ekspresi serta perbedaan demi mengurangi ketegangan regional.
Perlu diketahui Sheikh Nimr merupakan salah satu tokoh Syiah ternama. Ia menjadi satu di antara 47 orang yang dieksekusi karena kejahatan terorisme pada Sabtu (2/1). Eksekusi tersebut dilakukan serentak di 12 lokasi berbeda di Arab Saudi.
Dikabarkan
BBC, Sheikh Nimr ditangkap pada tahun 2012 lalu dalam sebuah aksi pemburuan.
Menanggapi eksekusi tersebut, di Teheran Iran yang geram menyerbu kedutaan besar Arab Saudi pada Sabtu malam. Dalam aksi tersebut mereka membakar furnitur dan membakar gedung sebelum dibubarkan.
Sementara itu kelompok hak asasi internasional Amnesty International mengatakan bahwa eksekusi tersebut menunjukkan bahwa Arab Saudi telah mengabaikan hak asasi manusia.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: