Menurut keterangan pejabat Jepang dan Filipina, pesawat pengintai P3-C Orion dengan tiga wak Filipina terbang di ketinggian 5.000 kaku di atas Reed Bank yang merupakan pulau kaya energi di Laut China Selatan. Pulau itu diklaim oleh Tiongkok dan juga Filipina.
Selain P3-C Orion, serangkatan pesawat patroli Filipina yang lebih kecil juga ikut mengudara.
"Kami berlatih pola pencarian dan penyelamatan yang penting dalam setiap bantuan dan penanggulangan bencana operasi kemanusiaan," kata Marinir Kolonel Jonas Lumawag di Bandara Puerta Princesa International di pulau Palawan.
"Ini adalah pertama kalinya kami di sini dan juga melakukan kegiatan semacam ini dengan Filipina," kata kepala kontingen angkatan laut Jepang, Komandan Pasukan Maritime Self Defense Hiromi Hamano seperti dimuat
Reuters.
Kehadiran Jepang di wilayah sengketa itu membuat geram Tiongkok. Negeri tirai bambu menilai, langkah tersebut merupakan bentuk dukungan diam-diam Jepang terhadap klaim kepemilikan yang dibuat oleh Filipina.
"Kami berharap pihak-pihak terkait tidak menciptakan ketegangan di wilayah tersebut dan kami berharap pihak terkait dapat berbuat lebih banyak untuk memberikan kontribusi bagi perdamaian dan stabilitas di kawasan itu, bukan sebaliknya," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lu Kang.
[mel]
BERITA TERKAIT: