Redam Penyebaran Ebola, Liberia Berlakukan Jam Malam

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Rabu, 20 Agustus 2014, 12:44 WIB
Redam Penyebaran Ebola, Liberia Berlakukan Jam Malam
penanganan ebola/net
rmol news logo Semakin merebaknya wabah Ebola di Liberia menyebabkan Presiden Ellen Jhonson menetapkan jam malam dan mengkarantina wilayah ibukora Monrivia (Rabu, 20/8). Keputusan itu diambil demi menghentikan penyebaran virus mematikan itu.

Jam malam sendiri, akan mulai diberlakukan mulai pukul 21:00 malam hingga 06:00 pagi.

Selama pemberlakuan jam malam, seluruh pergerakan masuk ataupun keluar dari wilayah West point yang ditentukan itu akan dilarang. Langkah itu sekaligus diambil menyusul serangan yang terjadi akhir pekan lalu di mana ada sekitar 17 pasien Ebola yang hilang dari wilayah tersebut.

Liberia merupakan salah satu negara yang terkena dampak Ebola terparah di kawasan Afrika Barat. Awal bulan ini, negara itu telah mengumumkan keadaan darurat Ebola, namun hal itu tidak serta merta mampu meredam jumlah korban tewas karena penyakit itu.

Di sisi lain, upaya penanggulangan dan pengubatan Ebola masih terus dilakukan di Liberia. BBC mengabarkan, tiga dokter yang terkena Ebola dan telah mendapatkan pengobatan eksperimental menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

Menteri Informasi Liberia Lewis Brown menyebut, obat itu diberikan kepada seorang dokter Nigeria dan dua dokter Liberia yang tertular virus dari para korban yang dibantunya. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA