"Mendeklarasikan krisis di Irak pada darurat level tiga, yang merupakan level tertinggi dari krisis kemanusiaan. Ini akan membantu memicu lebih banyak sumber daya untuk mempercepat prosedur administrasi untuk merespon," kata utusan khusus PBB untuk Irak, Nickolay Mladenov dikutip
Russia Today (Rabu, 13/8).
Diketahui, demi menghindari aksi anarki ISIS yang berupaya mendirikan negara atas nama Islam di wilayah Irak dan Suriah dengan menggunakan cara-cara kekerasan, kelompok minoritas Yazidi dan Kristen melarikan diri ke gunung Sinjar untuk menyelamatkan diri.
Pakar hak minoritas PBB Rita Izsak menyebut, kelompok minoritas itu bukan hanya berjuang untuk bertahan hidup dalam pelariannya, tapi juga menghadapi potensi ancaman genosida.
Pada Selasa (12/8), kantor HAM PBB menerima laporan yang diverifkasi bahwa ISIS secara sistematis memburu kelompok minoritas dengan memberikan ultimatum agar mereka pindah agama atau menghadapi pembunuhan.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: