Pasalnya penumpang berusia 26 tahun yang diidentifikasi sebagai Robert itu membuat ulah dalam pesawat bernomor penerbangan VS201. Ia kehilangan kendali dan tidak mau mengikuti instruksi dari kru pesawat yang berupaya membuatnya diam.
Salah seorang penumpang lainnya yang ikut dalam penerbangan menyebut bahwa Robert mengganggu penerbangan dengan berbicara keras dan berjalan terus di koridor pesawat. Ia juga melawan setiap kali kru pesawat berupaya memintanya untuk duduk tenang di kursi penumpang.
"Ia berteriak. Ketika pesawat kembali ke Hong Kong, pria itu ditahan karena melanggar peraturan keamanan penerbangan dan segera di bawa ke rumah sakit Princess Margaret," kata petugas kepolisian yang menangani kasus tersebut.
Virgin Atlantic mengkonfirmasi, penerbangan tersebut harus kembali ke Hong Kong setelah sekitar 90 menit lepas landas.
"Virgin Atlantic tidak mentolerir perilaku yang mengganggu keselamatan dan kesejahteraan penumpang dalam penerbangan. Penumpang dan kru kami adalah prioritas utama maskapai," kata pernyataan maskapai dikutip
Daily Mail.
Penumpang lainnya yang terpaksa terganggu dengan ulah Robert, kemudian ditempatkan di sebuah hotel di Hong Kong untuk kembal terbang pada Senin malam.
[mel]