Begitu hasil survei terbaru yang dilakukan oleh lembaga Teikoku Databank yang melakukan penelitian pada 1.175.595 perusahaan nasional Jepang yang terdaftar.
Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa hingga akhir Juni tahun ini, hanya ada 87.167 wanita yang menjadi pemimpin perusahaan.
Menurut perwakilan Teikoku Databank, Teruyuki Hayakawa, temuan itu menggarisbawahi kurangnya keterwakilan perempuan dalam dunia bisnis sekalipun pemerintah Jepang saat ini tengah berupaya meningkatkan kehadiran perempuan dalam angkatan kerja.
Perdana Menteri Shinzo Abe sendiri menargetkan untuk dapat meningkatkan rasio manajer perempuan dalam angkatan kerja hingga 30 persen pada tahun 2020 mendatang.
"Sederhananya, partisipasi sosial perempuan telah membuat kemajuan," katanya dalam sebuah wawancara dikutip
Japan Times (Selasa, 12/8).
Dari total perempuan yang pemimpin perusahaan, ditemukan bahwa 50,9 persen diantaranya mengambilalih posisi itu dari suami ataupun saudara kandungnya.
Sedangkan 34.7 persen di antaranya membangun bisnis dari nol, dan hanya 7.9 persen yang memperoleh posisi puncak karena promosi internal.
[mel]
BERITA TERKAIT: