Meski berbeda, kekasih Ariel Noah itu merayaÂkan untuk kedua putrinya. "Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada keluarga dan teman-teman berkumpul bersama merayakan perdamaÂian, cinta dan saling menghormati. Selamat Natal, sayangku @evacelia dan @mylifeasmanuella. Semoga Damai dan cinta Senantiasa mengelilÂingimu. Aku mencintai kalian," tulis Shopie.
Kebahagiaan Shopie yang lain juga tergambar dari foto yang diunggahnya. Sebab, suasana Natal terasa dengan sebuah pohoh Natal besar di sebuah sudut ruangan rumahnya. Terlihat teman dan keÂluarganya tengah asyik berkumpul. Juga, terlihat Ariel yang fokus bermain games Playstasion.
Pesinetron
Tetangga Masa Gitu itu, langsung menerima komentar dari netter. "Beda itu IndoÂnesia karena kita negara Pancasila. Dan inilah toleransi yang sesungguhnya.
Love you kak Sophie," kata @nina.noy bangga.
"Bang Ariel gemukan. Hidup sehat euy. SeÂlamat Natal kakak," tambah @anggrymuthia. "Wew ada Ariel. Pohon Natalnya bagus," samÂbung @rgabaldy.
Balik ke soal keputusan perempuan kelahiran 46 tahun lalu itu menjadi mualaf. Pernah terdenÂgar kabar, dirinya berpindah keyakinan karena ingin memudahkan langkahnya dinikahi Ariel. Benarkah?
"Agama itu soal privasi ya. Yang pasti saya menÂjadi mualaf bukan atas dorongan orang lain bukan atas campur tangan orang lain. Ini keputusan saya tanpa paksaan atau tuntutan atau apapun lah. Saya melihat semakin saya mendekati kebenaran, seÂmakin banyak juga ujiannya," jelasnya.
Perempuan blasteran Bugis-Jawa (ayah) dan Jerman-Yugoslavia (ibu) mengatakan, dari kecil dia memang sudah berada di keluarga dengan agama yang beragam. Ibunda Sophie yang berkeÂbangsaan Bavaria merupakan penganut Katolik, ayahnya muslim.
"Saya memiliki penilaian pribadi terhadap IsÂlam. Karena bagi saya agama itu sebagai urusan pribadi antara saya dan Tuhan, sehingga saya harus merahasiakan alasan saya memilih Islam. Pastinya saya punya penilaian pribadi, saya punya penilaian dari hati saya gitu ya," terangnya lagi.
Publik mengetahui mantan istri Michael VillaÂreal dan Indra Lesmana ini berpindah keyakinan saat ia mengunggah buku yang dibacanya di TwitÂter. Buku berjudul
Destiny Disrupted: A History of The World Through Islamic Eyes, karangan Tamim Ansyari yang dalam versi Indonesia berjudul Dari Puncak Baghdad: Sejarah Dunia Versi Islam.
"Soal buku itu ya, saya pikir itu bukan media yang sangat menentukan, tetapi juga memang mendukung keputusan saya untuk mengenal keyakinan ini (Islam). Tetapi menjadi seperti sekarang ini (mualaf) kan itu karena melihat dan mengalami banyak hal, berarti tidak sebatas membaca dan memahami kutipan dalam sebuah buku," tandasnya. ***