"Wah seksi yah…Beruntung deh aku dibilang seksi, karena awalnya sempet minder, aku juga kan putih, jadi minder aja," ucap Tara saat ditemui.
Model dan artis yang melejit sejak bermain di film
Catatan (Harian) Si Boy ini mempersiÂlakan siapa saja termasuk kaum lelaki untuk menyematkan imÂage seksi pada dirinya.
"Kalau begitu aku begini aja ya terus. Sekseh sampai mateh," candanya dengan baÂhasa gaul.
Untungnya Tara termasuk tipe selektif dalam memilih tawaran main film. Jadi image seksinya tidak murahan.
"Aku itu senang dibilang seksi, tapi ogah deh kalau harus main di film horor seks," selorohnya.
"Kalau benar aku di-image-kan seksi, aku jadiin modal tambahan aja. Tetap nomor satu, aku lagi berusaha menunÂjukan siapa aku dari kualitas aku bermain film. Kalau cuma modal fisik biasanya nggak abaÂdi, seksi boleh tapi akting bagus lebih penting," tandasnya.
Tara tak menyangka namanÂya masuk dalam nominasi PeÂmeran Utama Wanita Terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2015, berkat perannya dalam film
A Copy of My Mind. "Kaget karena nggak ada ekspektasi. Dari awal di film, tujuannya bukan award, buÂkan meraih piala. Aku senang dengan film dan prosesnya. Ini pertama kali," kata dia. Apalagi film
A Copy of My Mind yang membuat ia masuk nominasi belum diputar di InÂdonesia dan baru akan tayang Februari 2016.
"Lumayan pressure, deg-degan sih. Mudah-mudahan pada suka karena aku ngerjainÂnya dengan suka cita. Ya gimana pun aku akhirnya ada tanggung jawab ke generasi muda untuk lebih baik lagi," urainya. ***