Publik awam mungkin belum tahu kalau Cut Meyriska sudah dipacari seÂorang perwira polisi. Sudah tiga tahun pesinetron
Catatan Hati Seorang Istri dan
7 Manusia Harimau ini bermesraan dengan Teuku Fathir, polisi yang dikeÂtahui berdinas di Aceh. Kalau sudah begitu, kapan menikah nih?
"Kalau nggak tahun depan, kali," jawab Meyriska lalu tertawa.
Dara kelahiran Medan, 26 Mei 1993 ini menjalani hubungan jarak jauh denÂgan si polisi. Apalagi pas Lebaran lalu mereka hanya berjumpa sebentar saja.
"Dia melayani masyarakat 24 jam. Saya ditinggal," cetus Meyriska, lagi-lagi sambil tertawa.
Pemain film
Tertipu Laris Manis dan
Seandainya ini memang masih malu-malu ketika ditanya keseriusan kisah cinta. Begitu juga ketika disingÂgung soal cincin yang dipakai di jari tengahnya. Ia mengaku cincin tersebut hanya simbol biasa saja.
"Kan bukan cincin yang berbicara, tapi hati, jiwa dan raga," ujar MeyÂriska seperti memberi sinyal tunggu dilamar.
Dalam sebuah kesempatan, Fathir mengungkapkan alasan yang membuat dirinya jatuh hati dengan artis ayu ini.
"Yang menarik, bagi saya sih seÂmuanya menarik. Nggak ada yang tidak menarik dari Cut Meyriska," kata Fathir.
Selama tiga tahun menjalin kasih, dia yakin Meyriska adalah sosok perempuan yang baik hati. Itu menÂgapa ia mantap berhubungan dengan sang dara.
"Jadi bagi saya semuanya menarik terutama baik hatinya. Kita jalani hubungan yang pasti serius ini," tandas Fathir.
Meyriska sendiri berkeinginan untuk segera menikah dengan Fathir. "Saya sudah umur 22, sebentar lagi 23, 24, 25. Tiga tahun lagi kan sudah nggak kerasa," cetusnya.
Lantas, apa alasan dia memilih berÂpacaran dengan polisi? "Luar biasa. Imannya bagus. Mengajarkan saya kehidupan dan agamanya luar biasa," jawab Meyriska.
Pihak keluarganya dikabarkan sudah sangat merestui hubungan tersebut.
"Jadi proses izinnya itu ke mama dulu terus ke keluarga, baru ke saya," beber Meyriska.
Sambil malu-malu, pemain FTV
Pacarku Banyak Aturan ini mengaku siap dipersunting oleh sang kekasih. "Pasti kita beritahu (kabar bahagia) secepatnya."
Dirinya pun siap mendapat kesibukan sebagai seorang istri polisi. MenurutÂnya, apa yang ditakutkan orang-orang dengan kesibukan seorang polisi tidak akan terjadi padanya.
"Siap nggak siap, lihat nanti. Itu tergantung kita menjalaninya saja. KaÂtanya kalau menjadi istri polisi susah karena banyak acara. Saya mikirnya setelah kita menjalani sama di pikiran kita itu kan beda," kata Meyriska.
Hal lain. Dia kembali menjalani syutÂing setelah cukup lama libur Lebaran. Syuting di hari pertama, dia merasa kaku.
"Tadi mendarat langsung syuting. Kelamaan nggak syuting jadi bego, ini kan film laga, ada adegan
fight, saya malah kaget sendiri. Kekenyangan kayaknya," tuturnya sambil tertawa.
Selama libur Lebaran, Meyriska mengaku menghabiskan liburan di kampung halamannya. Hari pertama Lebaran, ia berada di Medan. Lalu lanjut ke Berastagi hingga keesokan harinya ia berangkat ke Banda Aceh.
"Di Brastagi kita udah sewa pengiÂnapan. Besoknya pas keluar kok ada salju ya, tapi ternyata itu abu. Akhirnya nggak jadi, kita turun lagi padahal mau main sama saudara di sana," kisahnya.
Di Banda Aceh, Meyriska juga diajak orangtuanya untuk pergi ke daerah Sabang. Tapi, ia sepertinya tidak tertarik pergi ke sana karena masih memiliki trauma.
"Memang trauma tsunami. Saya dulu seminggu hilang, nggak ketemu sama mama dan papa. Lagipula di sana airnya lagi pasang, jadi nggak bagus," tutup Meyriska. ***