Apresiasi tersebut diberikan atas kontribusi perusahaan dalam memperkuat perlindungan kesehatan berbasis syariah, meningkatkan literasi keuangan, hingga mendorong pemberdayaan masyarakat.
Dua penghargaan diberikan kepada Prudential Syariah, yakni
Excellence in Sharia Health Protection Ecosystem dan
Excellence in Sharia Financial Literacy & Community Empowerment. Sementara satu penghargaan lainnya diterima Presiden Direktur Prudential Syariah Iskandar Ezzahuddin melalui kategori
Excellence in Sharia Insurance Transformation Leadership.
Penguatan ekosistem perlindungan kesehatan syariah tercermin dari pembayaran klaim dan manfaat kepada peserta yang mencapai Rp2,2 triliun sepanjang 2025.
Perusahaan juga terus mengembangkan integrasi layanan kesehatan untuk memberikan kemudahan bagi peserta.
Di sisi pemberdayaan, Prudential Syariah menjalankan program SIGAP dan Satu Social Space yang mencakup pelatihan kewirausahaan, pendampingan, bantuan modal bagi peserta terpilih, hingga penyediaan ruang kolaborasi dan pemasaran bagi pelaku UMKM.
Kinerja tersebut turut berjalan beriringan dengan pertumbuhan bisnis perusahaan. Sepanjang 2025, Prudential Syariah mencatat kontribusi bruto Rp4,2 triliun atau tumbuh 9 persen. Adapun kontribusi bisnis baru meningkat 31 persen.
“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menjaga amanah peserta, memperluas perlindungan syariah, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” kata Iskandar Ezzahuddin dalam keterangannya.
Prominent Awards 2026 merupakan penyelenggaraan tahun keempat dengan mengusung tema “Indonesia Berdaya”. Tahun ini, ajang tersebut memberikan apresiasi kepada 33 penerima penghargaan.
Founder Prominent Awards sekaligus CEO Salutee, PT Cahaya Hati Sukses, Arief Hidayat Thamrin mengatakan, apresiasi tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis sekaligus memberikan dampak bagi masyarakat.
Adapun acara tersebut turut dihadiri sejumlah tamu kehormatan, antara lain Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) TB Ace Hasan Syadzily, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, serta Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah. Hadir pula jajaran direksi BUMN, BUMD, perusahaan swasta, serta eksekutif lintas sektor.
BERITA TERKAIT: