Dana Tabarru Hadirkan Semangat Kebersamaan di Tengah Risiko Biaya Pengobatan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Jumat, 06 November 2026, 09:03 WIB
Dana Tabarru Hadirkan Semangat Kebersamaan di Tengah Risiko Biaya Pengobatan
Ilustrasi (Artificial Intelligence)
Kecil Besar
rmol news logo Risiko penyakit tidak hanya membawa konsekuensi terhadap kesehatan, tetapi juga dapat mengguncang kondisi keuangan keluarga. Apalagi jika pengobatan harus dilakukan berulang kali dengan biaya yang besar dan berlangsung dalam waktu panjang.

Dalam kondisi seperti ini, kesiapan finansial menjadi salah satu faktor penting agar pasien dapat menjalani perawatan tanpa harus mengorbankan seluruh tabungan maupun rencana keuangan keluarga.

Pengalaman tersebut dialami Muhammad Ardiansyah, peserta asuransi kesehatan syariah sejak 2020. Dua tahun setelah memiliki perlindungan, ia didiagnosis menderita penyakit autoimun psoriasis yang mengharuskannya menjalani pengobatan rutin.

Pada tahap awal, Ardiansyah harus menjalani suntikan setiap bulan sebanyak 15 hingga 18 kali. Biaya untuk satu kali suntikan mencapai sekitar Rp45 juta. Kini, sesuai arahan dokter, frekuensi pengobatan berkurang menjadi setiap dua bulan, meski efektivitas terapinya masih terus dipantau.

Ardiansyah mengaku mulai menyadari pentingnya perlindungan kesehatan setelah mendampingi orang tuanya menjalani pengobatan diabetes. Pengalaman melihat besarnya biaya medis membuatnya berpikir untuk mempersiapkan perlindungan sebelum risiko kesehatan datang.

Ketika ia menghadapi penyakit autoimun, perlindungan yang dimiliki membantu menanggung biaya pengobatan yang dijalaninya.

“Perawatannya sudah berkali-kali dan biayanya cukup besar. Alhamdulillah, perlindungan Prudential Syariah membantu menanggung biaya perawatan yang saya jalani,” katanya.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa perlindungan kesehatan bukan semata-mata berkaitan dengan pembiayaan pengobatan. Perlindungan juga ikut menjaga fondasi finansial keluarga. Tanpa persiapan, biaya medis yang terus berulang berpotensi menggerus tabungan dan mengganggu rencana keuangan yang telah dibangun.

Dalam asuransi syariah, perlindungan juga memiliki dimensi kebersamaan melalui dana tabarru. Dana ini menjadi wujud kontribusi antarpeserta untuk saling membantu ketika salah satu di antaranya menghadapi risiko yang dijamin sesuai ketentuan polis.

Vivin Arbianti Gautama, Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, mengatakan perawatan jangka panjang perlu menjadi perhatian karena dampaknya tidak berhenti pada kondisi kesehatan pasien, tetapi juga dapat memengaruhi kestabilan finansial keluarga.

“Perawatan jangka panjang dapat berdampak pada kesehatan sekaligus kondisi finansial keluarga. Karena itu, kami berupaya memastikan Peserta tidak menghadapi proses tersebut sendirian,” ujar Vivin dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Jumat. 6 November 2026

Menurutnya, prinsip saling membantu menjadi salah satu nilai penting dalam perlindungan berbasis syariah. Melalui dana tabarru, para peserta memiliki semangat ta’awun atau tolong-menolong untuk menghadapi risiko bersama. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA