Selain faktor geopolitik, pelemahan Dolar AS setelah reli tajam sebelumnya turut memberikan napas lega bagi logam mulia ini.
Dikutip dari Reuters, harga emas spot naik 0,7 persen ke level 5.120,71 Dolar AS per ons, pada perdagangan Rabu 4 Maret 2026, memulihkan sebagian besar kerugian setelah sempat anjlok 4 persen pada sesi sebelumnya.
Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman April ditutup meningkat 0,2 persen menjadi 5.134,70 Dolar AS per ons.
Kenaikan ini dipicu oleh kekhawatiran global pasca insiden tenggelamnya kapal perang Iran oleh militer AS dan aksi cegat rudal balistik oleh NATO. Situasi ini mempertegas peran emas sebagai pelindung nilai utama di masa ketidakpastian.
"Selama konflik dengan Iran masih berlangsung, harga emas akan terus tertopang," ujar Peter Grant dari Zaner Metals, yang optimistis emas akan segera mencetak rekor tertinggi baru.
Dari sisi ekonomi, pasar kini sedang mencermati data tenaga kerja AS yang beragam. Meskipun laporan ADP menunjukkan pertumbuhan sektor swasta yang lebih tinggi dari perkiraan, fokus utama investor tertuju pada rilis data *nonfarm payrolls* hari Jumat mendatang untuk memprediksi arah kebijakan suku bunga.
Tak hanya emas, logam mulia lainnya juga ikut menghijau. Perak melesat 1,3 persen ke 83,07 Dolar AS. Platinum naik 2,8 persen ke level 2.141,71 Dolar AS, yang didorong oleh prediksi defisit pasokan global pada tahun 2026. Sedangkan paladium menguat 1,2 persen ke posisi 1.667,51 Dolar AS.
BERITA TERKAIT: