"Saya berharap besar Pertamina yang berperan maksimal. Kami prioritaskan Pertamina sebagai perusahaan BUMN dalam negeri," jelas anggota Komisi VII DPR Mukhtar Tompo di Jakarta, Selasa (2/5).
Politikus Hanura ini menjelaskan, Blok Karaeng adalah prioritas temuan cadangan nasional di hulu migas. Prosesnya juga lebih cepat dibanding Blok Mahakam dan Masela, serta lainnya.
Dia sendiri terus menyuarakan agar Blok Karaeng diprioritaskan. Paripurna Mei 2016 misalnya. Di sana, Mukhtar membacakan pandangan Fraksi Hanura soal Jeneponto, dan potensi kekayaannya.
"Itulah pertama kalinya Jeneponto disebut dalam forum paripurna, satu-satunya kabupaten yang masih tertinggal di antara 24 kabupaten/kota di Sulsel," ujarnya.
"Saya menyuarakan terus dalam rapat-rapat di komisi bersama kementerian ESDM dan alhamdulillah Blok Karaeng berhasil didorong dan masuk dalam lima wilayah kerja prioritas yang akan dilelang pada 2017 ini."
Mukhtar melanjutkan, saat kunjungan kerja ke Norwegia, September 2016, dia juga berbincang banyak dan memperkenalkan Blok Karaeng salah satu potensi migas besar di Indonesia yang belum pernah tersentuh.
Dia mengatakan, dalam waktu tidak lama lagi pemerintah kabupaten Jeneponto akan diundang ke Kementerian ESDM untuk melakukan presentasi Blok Karaeng.
Dia mengatakan, Kementerian ESDM bakal menghadirkan Pertamina dan Statoil Norwegia, sebuah perusahaan perusahaan pengeboran minyak off shore atau lepas pantai.
"Ini kepedulian serta tanggung jawab saya untuk memberi nilai manfaat yang sebesar-besarnya untuk daerah yang saya wakili, serta tanggung jawab moral membantu pemerintah pusat dalam memperkuat cadangan migas nasional," demikian Mukhtar.
[sam]
BERITA TERKAIT: