Berita

Forum diskusi publik dan Refleksi Dua Tahun Asta Cita Perkumpulan Pemuda Keadilan (PPK), bertema “Merawat Toleransi Menguatkan Ekonomi Biru", di Manado, Sabtu, 31 Oktober 2026. (Foto: Istimewa)

Politik

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

MINGGU, 01 NOVEMBER 2026 | 10:42 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Peranan masyarakat dalam mewujudkan kedaulatan Bangsa menuju Indonesia Emas 2045, kembali digabungkan Perkumpulan Pemuda Keadilan (PPK), di Manado, Sulawesi Utara, pada Sabtu kemarin, 31 Oktober 2026.

Dalam forum diskusi publik dan Refleksi Dua Tahun Asta Cita bertema “Merawat Toleransi, Menguatkan Ekonomi Biru”,  Ketua Umum PPK, Dendi Budiman mengajak sejua unsur masyarakat untuk bergandeng tangan membantu upaya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan Asta Cita.

Sebab menurutnya, Asta Cita yang disusun Pemerintahan Presiden Prabowo merupakan tonggak awal untuk menggapai cita-citanya kedaulatan Bangsa Indonesia yang ditarget terealisasi pada 2045.


“Pak Prabowo betul-betul ingin kedaulatan bangsa bisa diwujudkan melalui kedaulatan energi dan pangan. Semoga ini bisa terwujud,” kata Dendi lewat keterangan tertulisnya, Minggu, 1 November 2026.

Lewat diskusi yang menghadirkan politisi sekaligus mantan anggota DPR RI, Kamran Mochtar Podomi, serta akademisi dan budayawan Sulawesi Utara, Reiner Emyot Ointoe, Dendi berharap aktivis dan masyarakat sipil bisa berperan aktif dalam mewujudkan kedaulatan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

“Kita berharap, diskusi seperti ini tidak hanya berakhir di sini, tetapi terus berlanjut sehingga peran kita sebagai aktivis, sebagai masyarakat sipil, itu betul-betul bisa diwujudkan menuju kedaulatan kita sebagai satu bangsa dan menuju Indonesia emas 2045,” sambungnya. 

Sementara itu, Kamran Mochtar Podomi menilai Asta Cita yang digaungkan Prabowo sejak dua tahun terakhir merupakan harapan besar agar sumber daya Indonesia dapat berperan dalam berbagai aspek pembangunan.

Menurutnya, Asta Cita juga mencerminkan sisi humanis Prabowo, terutama pada poin kedelapan yang menitikberatkan penguatan toleransi.

“Untuk menuju supaya seluruh kebijakan itu dapat dieksekusi secara pemerintahan dan tidak melanggar aturan, baik aturan di dalam negeri ataupun aturan internasional, maka Asta Cita ini tidak bisa berhenti,” kata Kamran. 

Kamran menilai delapan program tersebut merupakan agenda besar yang membutuhkan upaya luar biasa dalam pelaksanaannya. Karena itu, diperlukan kesadaran dan keterlibatan seluruh masyarakat agar program tersebut dapat terealisasi secara maksimal.

“Agar bisa terealisasi secara maksimal, delapan program ini harus dieksekusi dengan penuh kesadaran oleh seluruh warga negara Indonesia,” ucapnya.

Di sisi lain, Reiner Emyot Ointoe menyoroti adanya paradoks dalam pelaksanaan Asta Cita, khususnya di daerah.

Ia juga menyinggung sosok Prabowo yang menurutnya memiliki kemiripan dengan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

“Tapi Gus Dur lebih berani, karena dia tahu persis bahwa yang dia hadapi adalah perilaku orang-orang di sekelilingnya,” demikian Reiner menambahkan.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya