Berita

Wakil Menteri Pertanian M. Saleh Mustafa. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Beras Masih Mahal di Tengah Capaian Swasembada, Wamentan Beberkan Masalahnya

SABTU, 31 OKTOBER 2026 | 12:40 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Harga beras masih menjadi persoalan di tengah capaian swasembada pangan. Kondisi cuaca yang berpotensi menekan produksi serta rantai distribusi yang melibatkan tengkulak menjadi dua faktor utama yang disoroti Kementerian Pertanian.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia per 30 Oktober 2026, harga beras kualitas bawah I naik Rp50 menjadi Rp14.950 per kilogram. Beras kualitas bawah II juga naik Rp50 menjadi Rp14.800 per kilogram.

Kenaikan serupa terjadi pada beras kualitas medium II sebesar Rp50 menjadi Rp17.450 per kilogram. Sementara itu, harga beras kualitas super I bertahan di angka Rp18.000 per kilogram, sedangkan beras medium I dan beras kualitas bawah lainnya tidak mengalami perubahan.


Menanggapi keluhan masyarakat mengenai harga beras premium yang masih berada di atas harga eceran tertinggi (HET), Wakil Menteri Pertanian M. Saleh Mustafa menyatakan bahwa faktor cuaca berpotensi memengaruhi hasil panen tahun ini.

“Pertama, memang kita tidak memungkiri dari cuaca. Sehingga produksi mungkin tahun ini akan terjadi penurunan hasil panen karena cuaca,” kata Saleh di Jakarta Selatan, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Selain masalah produksi, pemerintah juga menghadapi kendala pada rantai distribusi, khususnya keterlibatan perantara atau *middleman* dalam perdagangan hasil pertanian.

“Di tengah ini yang memang sekarang ini sedang susah kita hilangkan yaitu *middleman*,” ujarnya.

Saleh menyebut keberadaan tengkulak telah mengakar dalam kehidupan petani. Untuk mengatasinya, pemerintah berencana melakukan intervensi secara bertahap melalui peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

“Nah, ini memang pelan-pelan nanti kita akan intervensi dengan peran dari Koperasi KDMP itu,” jelasnya.

Saat ini, pemerintah juga berupaya mengintervensi harga melalui program bantuan pangan serta Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Namun, Saleh mengakui bahwa program SPHP saat ini masih berfokus pada beras medium.

“Yang pertama strategi kita, kita melakukan intervensi terhadap bantuan pangan. Itu programnya Bapak Presiden. Yang kedua, SPHP ya, tapi SPHP ini kan masih beras medium,” tutup Saleh.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

AMMN Cetak Laba Bersih Rp15,9 Triliun hingga September 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:24

Hasto Ingatkan Kader PDIP Tak Boleh Takut Bela Rakyat

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:01

Kapolres Jakbar Obrak-abrik Kampung Boncos, Tiga Orang Dicokok

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:16

Respons Ijazah Gibran, PDIP: Tidak Ada Kebohongan yang Abadi

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:01

Fahira Idris Apresiasi Kepastian Ujian Ulang Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:36

Prajurit Marinir Perbaiki Jembatan di Distrik Aradide

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:11

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:00

Prabowo Didorong Percepat Reformasi Energi Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:31

Komunitas Pengawas WNA Desak Dirjen Pajak Telaah Dumas PT BCI

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:14

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Usung Wisata Kebugaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:00

Selengkapnya