Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Istimewa)

Politik

Politik Luar Negeri Prabowo Bisa Membuka Kedok Singapura

SABTU, 31 OKTOBER 2026 | 00:43 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Politik luar negeri Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menganut prinsip dasar bebas aktif dan nonblok, dengan penekanan kuat pada konsep "the good neighbor" (menjadi tetangga yang baik) serta pendekatan diplomasi yang lebih personal dan asertif.

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah memberikan penilaian positif terhadap sejumlah kebijakan geopolitik Presiden Prabowo.

"Pendekatan Prabowo dalam menjalankan hubungan luar negeri mulai memperlihatkan hasil, termasuk dalam hubungan Indonesia dengan Singapura," kata Amir, dikutip Jumat 30 Oktober 2026.


Amir menilai sikap Singapura yang disebut mulai melunak menjadi salah satu indikasi bahwa pendekatan diplomasi dan kebijakan strategis Prabowo memiliki pengaruh terhadap posisi Indonesia di kawasan.

Amir bahkan menyebut kebijakan Prabowo terhadap Singapura telah membuka persoalan yang selama ini tidak banyak terlihat dalam hubungan kedua negara.

“Secara geopolitik, kebijakan Prabowo banyak hasil. Singapura melunak. Kebijakan Prabowo terhadap Singapura membuka kedok Singapura,” kata Amir.

Amir berpandangan Indonesia memiliki posisi strategis dan tidak seharusnya selalu bergantung kepada Singapura dalam menjalankan aktivitas perdagangan internasional.

Menurut dia, Indonesia mempunyai peluang untuk memperluas kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan negara-negara lain tanpa harus selalu melibatkan Singapura sebagai perantara.

“Karena itu, kebijakan diversifikasi hubungan dagang dinilai penting untuk memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan posisi tawar Indonesia di kawasan Asia Tenggara,” pungkas Amir.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya