Berita

Pemimpin tertinggi Hong Kong, John Lee dan para pejabat lainnya membungkuk meminta maaf (Foto: AP)

Global

Pejabat Hong Kong Membungkuk dan Minta Maaf atas Kebakaran Wang Fuk

JUMAT, 30 OKTOBER 2026 | 17:00 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemimpin Hong Kong, John Lee, bersama tujuh pejabat senior pemerintah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas tragedi kebakaran kompleks apartemen Wang Fuk Court di distrik Tai Po pada November 2025. 

Dalam konferensi pers pada Kamis waktu setempat, 29 Oktober 2026, mereka terlihat membungkuk sebagai bentuk permintaan maaf atas bencana yang merenggut 168 nyawa tersebut.

Kebakaran hebat yang melanda tujuh blok apartemen itu juga menyebabkan 79 orang terluka dan ribuan warga kehilangan tempat tinggal. 


Hampir setahun setelah kejadian, para penyintas dan keluarga korban masih menanti pertanggungjawaban pemerintah atas tragedi yang terjadi ketika kompleks tersebut tengah menjalani pekerjaan renovasi dan pemeliharaan bangunan.

Dalam kesempatan itu, John Lee mengonfirmasi pengunduran diri Menteri Perumahan Winnie Ho pada Rabu, 28 Oktober 2026. 

Ho dinilai harus menanggung tanggung jawab politik atas kegagalan pengawasan di lingkungan kementeriannya, meskipun investigasi tidak menemukan adanya pelanggaran pribadi yang dilakukannya.

“Menteri Perumahan Winnie Ho harus memikul tanggung jawab politik,” kata Lee, dikutip dari Associated Press, Jumat, 30 Oktober 2026.

Hasil penyelidikan komite independen menemukan bahwa sejumlah lembaga pemerintah, termasuk Biro Perumahan, Departemen Bangunan, Departemen Pemadam Kebakaran, dan Departemen Tenaga Kerja, memiliki kelemahan dalam mengawasi keselamatan pekerjaan pemeliharaan gedung. 

Pemerintah Hong Kong selanjutnya akan melakukan investigasi selama tiga bulan untuk memastikan apakah terdapat pegawai yang lalai menjalankan tugasnya.

Laporan tersebut juga mengungkap sejumlah faktor yang memperparah kebakaran, di antaranya penggunaan papan busa yang mudah terbakar, jaring perancah yang tidak tahan api, serta penonaktifan sistem alarm kebakaran. 

Sebagian besar korban meninggal akibat menghirup asap. Penggantian sejumlah jendela tangga darurat dengan panel aluminium dan papan kayu turut menyebabkan asap masuk ke jalur evakuasi penghuni.

Komite independen turut menunjuk Will Power Architects Company selaku konsultan proyek dan Prestige Construction & Engineering Co. sebagai kontraktor utama yang dinilai mengabaikan standar keselamatan. 

“Tidak diragukan lagi bahwa mereka adalah pelaku utama yang bertanggung jawab atas terjadinya kebakaran dan tingginya korban jiwa dalam insiden tragis tersebut,” demikian bunyi laporan tersebut.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah Hong Kong mengusulkan sejumlah pembenahan, termasuk menjadikan praktik pengaturan tender atau bid rigging sebagai tindak pidana. 

Proyek renovasi Wang Fuk Court sendiri bernilai lebih dari 300 juta dolar Hong Kong atau sekitar Rp 698 miliar. Secara terpisah, tujuh orang dan dua perusahaan terkait proyek tersebut telah didakwa atas sejumlah pelanggaran, termasuk pembunuhan tidak disengaja dan konspirasi penipuan.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya