Berita

Ketua Umum BPP KAPMI, Muliansyah Abdurrahman. (Foto: Istimewa)

Politik

KAPMI Tebar Optimisme, Gerakan Ekonomi Muda Solusi Capai Pertumbuhan 8%

JUMAT, 30 OKTOBER 2026 | 16:27 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Di tengah isu melesunya perekonomian nasional dan global, Kamar Dagang Pengusaha Muda Indonesia (KAPMI) menyatakan tetap mempunyai optimisme. 

Optimisme itu ditegaskan langsung Ketua Umum BPP KAPMI, Muliansyah Abdurrahman saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta.

Menurut Muliansyah, kelesuan ekonomi tidak boleh membuat pengusaha muda menyerah dan berdiam diri. Justru di saat seperti ini, gerakan ekonomi kaum muda harus menjadi motor penggerak utama untuk menjaga daya beli dan menciptakan lapangan kerja.


"Ekonomi Indonesia memang sedang lesu, tapi KAPMI tidak boleh lesu. Anak muda tidak boleh jadi penonton, harus jadi pemain utama ekonomi nasional," tegas Muliansyah dalam keterangannya, Jumat 30 Oktober 2026.

Ia menegaskan, target pertumbuhan ekonomi 8% sebagaimana yang dicanangkan dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto adalah harga mati dan sangat realistis. 

Kuncinya, kata dia, ada di keberanian melakukan hilirisasi dan memberdayakan pengusaha muda daerah.

KAPMI, lanjut Muliansyah, siap menjadi garda terdepan untuk mengawal visi besar tersebut. Strategi KAPMI adalah mengonsolidasikan pengusaha muda di 38 provinsi, dari Sabang sampai Merauke, untuk menggarap potensi riil di daerah masing-masing.

"Pertumbuhan 8% itu bukan sulap. Itu bisa dicapai jika UMKM naik kelas, hilirisasi jalan, dan pengusaha muda lokal diberi panggung menjadi tuan di negeri sendiri. Itulah yang sedang KAPMI kerjakan," jelasnya.

Untuk itu, Muliansyah menyebut kehadirannya di Rapimnas KADIN sebagai bentuk sinergi. KAPMI sebagai wadah pengusaha muda siap berkolaborasi dengan KADIN dan pemerintah untuk memastikan roda ekonomi rakyat terus berputar hingga ke pelosok desa.

"Kami mengajak kepada seluruh pengusaha muda Indonesia untuk tidak takut dan tetap ekspansi. Ekonomi lesu adalah momentum untuk konsolidasi, inovasi, dan merebut peluang baru demi Indonesia Emas 2045," pungkasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya