Isi tas siaga bencana perlu dipersiapkan setiap keluarga untuk menghadapi berbagai situasi darurat, mulai dari gempa bumi, banjir, tanah longsor, hingga kebakaran. Tas khusus ini berisi perlengkapan penting untuk memenuhi kebutuhan dasar ketika masyarakat harus mengungsi atau meninggalkan rumah dalam waktu singkat.
Lantas, apa saja isi tas siaga bencana yang wajib disiapkan? Mengutip panduan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Buku Saku Tanggap Tangkas Tangguh Menghadapi Bencana dan Keluarga Siaga Bencana: Panduan Anti Panik Saat Gempa, Banjir, dan Krisis Darurat, terdapat sejumlah perlengkapan yang perlu dimasukkan ke dalam tas darurat keluarga.
Berikut daftar barang yang sebaiknya disiapkan untuk menghadapi kondisi bencana.
11 Isi Tas Siaga Bencana yang Perlu Disiapkan
1. Air Minum
Air minum menjadi kebutuhan utama yang harus tersedia dalam tas siaga bencana. BNPB merekomendasikan persediaan air yang cukup untuk mendukung kebutuhan keluarga selama kurang lebih tiga hari.
Pilih air minum dalam kemasan praktis agar mudah dibawa saat evakuasi. Pastikan persediaannya diperiksa secara berkala untuk menjaga kualitas dan kelayakannya.
2. Makanan Tahan Lama
Selain air minum, siapkan makanan yang tidak mudah basi dan praktis dikonsumsi tanpa proses pengolahan yang rumit. Beberapa pilihan yang bisa dimasukkan ke dalam tas darurat antara lain biskuit, makanan siap santap, abon, dan makanan tahan lama lainnya.
Kebutuhan makanan juga perlu disesuaikan dengan anggota keluarga. Jika memiliki bayi atau anak kecil, siapkan makanan khusus yang biasa mereka konsumsi.
3. Obat-obatan dan Perlengkapan P3K
Kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) dan obat-obatan pribadi termasuk perlengkapan penting dalam tas siaga bencana. Siapkan obat-obatan dasar untuk menangani luka ringan maupun gangguan kesehatan yang mungkin terjadi selama keadaan darurat.
Obat rutin anggota keluarga juga perlu menjadi prioritas, terutama bagi mereka yang membutuhkan pengobatan secara berkala.
4. Pakaian untuk Tiga Hari
BNPB memasukkan pakaian untuk kebutuhan sekitar tiga hari sebagai salah satu perlengkapan dasar yang perlu disiapkan. Barang yang bisa dibawa meliputi pakaian ganti, pakaian dalam, celana panjang, jaket, selimut, handuk, dan jas hujan.
Pilih pakaian yang nyaman serta mudah dilipat agar tidak terlalu banyak memakan ruang di dalam tas.
5. Dokumen Penting
Dokumen penting keluarga juga perlu disiapkan agar mudah dibawa ketika terjadi evakuasi. Beberapa dokumen yang perlu diamankan antara lain surat kepemilikan tanah, surat kendaraan, ijazah, dan akta kelahiran.
Simpan dokumen tersebut dalam wadah atau kantong kedap air untuk mengurangi risiko kerusakan akibat banjir maupun hujan.
6. Senter dan Alat Penerangan
Senter atau lampu kepala diperlukan untuk membantu penerangan ketika listrik padam akibat bencana. Siapkan pula baterai cadangan agar alat tersebut tetap bisa digunakan saat dibutuhkan.
Perlengkapan ini akan membantu keluarga bergerak lebih aman ketika harus melakukan evakuasi dalam kondisi gelap.
7. Ponsel, Charger, dan Power Bank
Ponsel menjadi alat penting untuk berkomunikasi dengan keluarga maupun memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi bencana. BNPB juga menyarankan masyarakat menyiapkan radio beserta baterai cadangan, charger, atau power bank.
Perlengkapan tersebut membantu keluarga tetap mendapatkan informasi ketika jaringan komunikasi atau pasokan listrik terganggu.
8. Peluit
Meski berukuran kecil, peluit memiliki fungsi penting dalam situasi darurat. Alat ini dapat digunakan untuk meminta pertolongan ketika seseorang terjebak, tertimbun material, atau terpisah dari anggota keluarga.
Karena ringan dan tidak membutuhkan banyak ruang, peluit sebaiknya selalu tersedia di dalam tas siaga bencana.
9. Masker
Masker perlu dimasukkan ke dalam daftar perlengkapan darurat, terutama bagi keluarga yang tinggal di wilayah rawan letusan gunung api. Penggunaan masker dapat membantu mengurangi paparan partikel debu dan abu vulkanik yang terhirup.
Pilih jenis masker sesuai potensi bahaya di lingkungan tempat tinggal.
10. Perlengkapan Mandi
Kebutuhan kebersihan pribadi juga perlu diperhatikan selama masa evakuasi. Siapkan perlengkapan mandi dalam ukuran praktis, seperti sabun, sikat gigi, pasta gigi, dan perlengkapan kebersihan lainnya.
Barang-barang tersebut membantu menjaga kebersihan tubuh meskipun keluarga harus tinggal sementara di tempat pengungsian.
11. Uang Tunai
Uang tunai menjadi perlengkapan lain yang tidak boleh dilupakan. BNPB menyarankan keluarga menyiapkan uang secukupnya untuk memenuhi kebutuhan selama kurang lebih tiga hari.
Hal ini penting karena transaksi nontunai mungkin tidak bisa dilakukan ketika jaringan internet, listrik, atau layanan perbankan mengalami gangguan.
Sesuaikan Isi Tas Siaga dengan Kebutuhan Keluarga
Isi tas siaga bencana tidak harus sama untuk setiap keluarga. Perlengkapan tambahan perlu disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga, usia, serta kebutuhan khusus masing-masing.
Keluarga yang memiliki bayi, misalnya, perlu menambahkan popok, susu, makanan bayi, pakaian, dan perlengkapan khusus lainnya. Sementara itu, keluarga dengan anggota lanjut usia atau penyandang disabilitas perlu menyiapkan obat rutin serta alat bantu yang digunakan sehari-hari.
Pastikan seluruh barang dapat dimasukkan ke dalam tas yang cukup ringan sehingga mudah dibawa ketika harus meninggalkan rumah dalam waktu singkat. Selain menyiapkan perlengkapan darurat, BNPB juga menganjurkan masyarakat mengenali potensi bencana di wilayah tempat tinggal, mengetahui jalur evakuasi, menentukan titik kumpul, serta membahas rencana penyelamatan bersama seluruh anggota keluarga.