Berita

(Foto: Dok. PLN)

Energi

Perkuat Ketahanan Energi, PLN Alirkan Gas Natuna ke Batam Lewat Pipa

JUMAT, 30 OKTOBER 2026 | 15:24 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

PT PLN (Persero) melalui subholding PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) berhasil mengalirkan gas bumi dengan volume mencapai 15 juta standar kaki kubik per hari (Million Standard Cubic Feet per Day/MMSCFD) dari Natuna ke Batam melalui pipa West Natuna Transportation System (WNTS)-Pemping pada Selasa 27 Oktober 2026.

Bertepatan dengan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81, capaian ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pasokan energi primer bagi pembangkit listrik di Batam sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya gas bumi dalam negeri untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Direktur Utama PLN, Suroso Isnandar menyampaikan bahwa penguatan infrastruktur dan diversifikasi sumber pasokan energi primer merupakan bagian penting dari strategi PLN dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional. 


Menurutnya, optimalisasi potensi energi domestik perlu didukung oleh infrastruktur yang terintegrasi agar sumber daya nasional dapat dimanfaatkan secara lebih efektif untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat serta menggerakkan perekonomian.

“Ketahanan energi dan keandalan listrik merupakan dua hal yang saling berkaitan. Karena itu, PLN terus memperkuat ekosistem energi dari hulu hingga hilir,” ujar Suroso.

Infrastruktur pipa WNTS-Pemping menghubungkan titik sambung jaringan pipa WNTS dengan fasilitas penerima gas atau Onshore Receiving Facility (ORF) di Pulau Pemping, Kepulauan Riau. 

Pipa sepanjang sekitar 4,5 kilometer dengan diameter 16 inci dan kapasitas desain mencapai 300 MMSCFD tersebut menjadi penghubung strategis yang membuka akses penyaluran gas dari wilayah Natuna untuk memenuhi kebutuhan energi domestik, khususnya di Batam.

Plh. Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan langkah strategis dalam menindaklanjuti penugasan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk membangun dan mengoperasikan infrastruktur pipa WNTS-Pemping sebagai bagian dari penguatan akses pasokan gas bumi bagi kebutuhan domestik.

“Alhamdulillah, bertepatan dengan Hari Listrik Nasional ke-81, gas Natuna telah berhasil mengalir ke Batam. Capaian ini menjadi kado bagi kelistrikan nasional sekaligus wujud komitmen PLN EPI dalam menjalankan penugasan pemerintah,” ujar Rakhmad.

Rakhmad menjelaskan, dalam jangka pendek, pengaliran gas melalui WNTS-Pemping diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gas pembangkit PLN Batam selama pelaksanaan pemeliharaan terencana atau turn around (TAR) fasilitas Jambi Merang pada 24 Oktober hingga 3 November 2026. 

Sementara itu, untuk jangka panjang, konektivitas WNTS-Pemping akan memperkuat kepastian pasokan gas dari Lapangan Mako di Wilayah Kerja Duyung. Lapangan gas tersebut direncanakan mulai mengalirkan gas pada 2027 dengan volume 111 MMSCFD selama delapan tahun.

Untuk mendukung operasional infrastruktur WNTS–Pemping, PLN lewat PLN EPI juga telah memperoleh Hak Khusus Pengangkutan Gas Bumi melalui Pipa dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) yang berlaku hingga 17 Oktober 2046, serta Izin Usaha Sementara Pengangkutan Gas Bumi Melalui Pipa dari Kementerian ESDM pada 26 Oktober 2026. 

Pemenuhan aspek perizinan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan operasional infrastruktur sesuai ketentuan yang berlaku.

Direktur Gas dan BBM PLN EPI, Erma Melina Sarahwati, menyampaikan bahwa keberhasilan pengaliran gas Natuna ke Batam tidak lepas dari kolaborasi erat antara PLN Group dengan pemerintah, mitra kerja, dan pelaksana. 

“Keberhasilan ini merupakan wujud nyata sinergi seluruh pihak dalam menghadirkan infrastruktur energi yang siap mendukung kebutuhan nasional,” demikian Erma.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya