Berita

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia (Foto: BPMI Setpres)

Pemerintahan

Impor BBM dan LPG Satu Pintu Belum Berjalan Penuh, Ini Kata Bahlil

JUMAT, 30 OKTOBER 2026 | 11:42 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah masih melakukan pembenahan terhadap mekanisme pengadaan impor bahan bakar minyak (BBM), minyak mentah, dan liquefied petroleum gas (LPG) melalui skema satu pintu. 

Dalam sebuah pernyataan di Istana Kepresidenan Jakarta, Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengatakan Implementasi kebijakan tersebut belum berjalan sepenuhnya karena masih berada dalam masa transisi.

"Lagi transisi. Lagi transisi sekarang. Kita lagi transisi untuk membenahi agar betul-betul kejadiannya itu lebih baik, ya," ungkap Bahlil, dikutip Jumat, 30 Oktober 2026.


Bahlil menyebut penerapan mekanisme baru tersebut merupakan bagian dari perubahan sistem pengadaan energi nasional sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) 107.

Melalui kebijakan ini, negara akan mengambil peran langsung dalam proses negosiasi dan pengadaan energi dari luar negeri. Dengan demikian, pemerintah tidak lagi melibatkan puluhan perusahaan perantara atau perusahaan cangkang seperti dalam mekanisme sebelumnya.

"Jadi nggak ada lagi perusahaan-perusahaan cangkang yang 30 lebih itu, nggak ada lagi. Jadi sekarang pemerintah langsung melakukan lobi, deal dengan negara lain yang mempunyai sumber energi," kata Bahlil.

Menurutnya, skema tersebut dapat memangkas panjangnya prosedur pengadaan sekaligus memberikan ruang bagi pemerintah untuk menjalin kontrak pasokan energi dalam jangka panjang. 

Selain itu, keterlibatan langsung negara juga dapat memperkuat komunikasi bilateral dengan negara-negara pemasok.

"Dan yang ketiga, ini menjadi alat komunikasi dalam konteks bilateral antara negara-negara, ya. Ya contoh kalau katakanlah kita membeli LPG dari Amerika, dan memang selama ini, ya silakan. Itu yang nanti negara akan melakukan komunikasi dengan Amerika, ya," jelasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya