Berita

Ilustrasi

Finansial

Said Didu soal Harga Saham BYAN Haji Isam: Negosiasi Memang Begitu

RABU, 28 OKTOBER 2026 | 22:30 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Membandingkan harga transaksi hasil negosiasi dengan harga saham di pasar reguler merupakan cara membaca transaksi yang keliru.

Begitu dikatakan pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu meluruskan anggapan bahwa pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam membeli saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dengan harga terlalu murah. 

Polemik bermula dari pembelian 10,08 miliar lembar saham BYAN oleh PT Jhonlin Baratama, perusahaan milik Haji Isam. 


Transaksi senilai Rp26,09 triliun itu dilakukan dengan harga Rp2.588 per lembar, jauh di bawah harga saham BYAN di pasar reguler yang ketika transaksi berlangsung berada di kisaran Rp12 ribu.

Selisih harga tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kewajaran transaksi. Namun, Said Didu mengingatkan bahwa harga saham dalam kesepakatan negosiasi tidak bisa langsung disamakan dengan harga yang terbentuk melalui perdagangan reguler di bursa.

"Ini kan orang enggak paham bahwa itu pasar yang berbeda. Kalau negosiasi memang begitu,” kata Said Didu kepada wartawan Rabu 28 Oktober 2026.

Menurut Said, pembelian saham dalam jumlah besar melalui negosiasi memiliki pertimbangan berbeda dengan transaksi saham yang berlangsung setiap hari di pasar reguler.

Ia bahkan menyebut harga yang dibayarkan Haji Isam bukanlah harga murah apabila dibandingkan dengan nilai buku perusahaan.

"Setelah terbuka kemarin bahwa sebenarnya Haji Isam sudah beli lebih mahal dua kali book value,” ujarnya.

Book value atau nilai buku merupakan salah satu ukuran untuk menilai perusahaan berdasarkan aset bersihnya. Said menilai pembelian saham perusahaan tambang juga perlu mempertimbangkan nilai ekonomis cadangan batu bara yang dimiliki perusahaan.

Karena itu, menurutnya, anggapan bahwa Haji Isam mendapat saham Bayan dengan harga murah belum dapat disimpulkan hanya dari perbandingan harga per lembar.

“Kenapa Haji Isam dapat harga saham murah? Ya, tanyalah kenapa dia mau jual murah. Dan pertanyaannya, apakah betul murah?” kata Said.

Transaksi pembelian saham Bayan oleh Jhonlin Baratama diselesaikan pada 7 Oktober 2026. Saham tersebut berasal dari Low Tuck Kwong sebanyak 10.067.421.703 lembar dan Elaine Low sebanyak 16.666.667 lembar.

Selisih harga pembelian saham turut mendapat perhatian Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam permintaan penjelasannya, BEI menyinggung harga pengalihan Rp2.588 per lembar yang berbeda jauh dari transaksi saham BYAN lainnya di kisaran Rp11.200.

Manajemen Bayan menyatakan belum dapat menjelaskan dasar penetapan harga tersebut karena perusahaan bukan pihak dalam kesepakatan jual beli antara pemegang saham.

Sementara itu, berdasarkan laporan perdagangan 7 Oktober 2026, transaksi pada harga Rp2.588 tersebut tercatat berlangsung di pasar negosiasi BEI. 

Said Didu pun mengkritik pihak-pihak yang menghubungkan transaksi saham Bayan dengan persoalan yang tengah dihadapi pasar modal Indonesia, termasuk isu penurunan klasifikasi oleh MSCI.

“Ini kan lucu, orang bertransaksi secara pribadi kok mengganggu pasar modal? Nah, ini pembelokan yang sangat berbahaya,” tandasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Sambut Wacana Revisi UU Tipikor, Komisi III DPR: Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32

Mahasiswa Bentangkan Poster Raksasa Tolak Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27

Asta Cita Sulit Berjalan Tanpa Stabilitas Keuangan dan Pemerintahan Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:22

Sahroni Minta Polisi Jaga Adik-adik Mahasiswa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:11

Mahasiswa Demo Mabes Polri, Jangan Kriminalisasi Pegawai PLN

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:57

Nasdem Bedah Pemikiran Bung Hatta untuk Perkuat Etika Politik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:51

Koperasi Sawit Didorong Bangun Pabrik CPO hingga Kilang Minyak Goreng

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45

Massa Tertahan di Depan Gedung UOB, Desak Polisi Buka Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:41

IHSG Menguat Tipis Usai RUPSLB BEI Setujui Dividen Rp1,56 T

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:24

Massa Berbaju Hitam Lewat Kantor KPU RI Menuju Bundaran HI

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:14

Selengkapnya