Berita

Wadirtipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Cahyo Hutomo saat sesi wawancara dengan wartawan di Bareskrim, Jakarta Selatan pada Senin malam, 26 Oktober 2026. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Keamanan

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

SELASA, 27 OKTOBER 2026 | 00:26 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Warga Negara Asing (WNA) asal Taiwan YCY yang juga manajer Kapal MT Global 168 pengangkut 1,16 ton narkoba jenis ketamine di Perairan Belawan, Sumatera Utara tiba di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan pada Senin malam, 26 Oktober 2026.

YCY mengenakan baju tahanan dengan tangan yang diborgol saat digiring masuk ke Gedung Bareskrim.

Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut tersangka, dan hanya menunduk.


Dalam kasus tersebut, diketahui ada delapan orang termasuk YCY yang diamankan. Tetapi, hanya YCY yang terbukti ikut dalam sindikat itu dan kini sudah berstatus menjadi tersangka.

"Kita simpulkan tersangka YCY ini orang yang benar-benar melekat terhadap barang ketika barang tersebut ada berada di dalam kapal," ucap Wadirtipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Cahyo Hutomo kepada wartawan di Jakarta.

Sementara, tujuh orang lainnya yang merupakan warga negara Indonesia (WNI) saat ditanya oleh penyidik tidak tahu-menahu soal barang yang dibawa.

Sebagaimana diketahui, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto memimpin langsung konferensi pers hasil penangkapan kapal MT Global 168 di perairan Selat Malaka yang berisi narkoba jenis ketamine HCl dengan berat mencapai 1,16 ton.

Adapun, ungkapan tersebut hasil kerja keras tim gabungan terdiri dari Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, BNN RI, Ditjen Bea & Cukai Ri, Ditpolair Baharkam Polri, dan Polda Sumatera Utara.


Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya