Berita

Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir. (Foto: RMOL/Alifia)

Finansial

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

KAMIS, 22 OKTOBER 2026 | 11:33 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia mengakui polemik Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang ingin menurunkan klasifikasi pasar modal RI dari emerging market ke standalone market berdampak terhadap kepercayaan investor domestik.

CIO Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan, kondisi tersebut tidak bisa dianggap enteng karena pasar modal Indonesia melibatkan sekitar 32 juta investor yang memiliki kepentingan langsung terhadap investasi.

"Kami memahami dan tidak menganggap ini sebagai sesuatu yang ringan. Di balik semua ini, kami paham bahwa dampaknya terasa langsung dalam kehidupan sehari-hari," kata Pandu dalam keterangannya di Instagram pribadi @pandusjahrir, pada Kamis, 22 Oktober 2026.


Menurutnya, masukan dari investor maupun penyedia indeks global perlu didengar sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat pasar modal Indonesia.

“Kepentingan Indonesia justru kita perkuat dengan membangun pasar yang transparan, adil, dan dipercaya. Ini perlu kita tanggapi dengan serius karena berkaitan dengan kepercayaan investor,” tegasnya.

“Reformasi pasar modal yang sedang berjalan itu harus kita dukung dan pelaksananya harus bisa kita buktikan,” tambahnya.

Pandu menegaskan, usulan MSCI belum bersifat final. Pasalnya saat ini MSCI masih membuka konsultasi atas usulan perubahan klasifikasi tersebut.

Di sisi lain, Pandu juga mengingatkan agar persoalan tata kelola pasar modal tidak serta-merta disamakan dengan kualitas fundamental perusahaan yang tercatat di bursa.

Menurutnya, perbaikan tata kelola pasar memang diperlukan, tetapi kekuatan bisnis perusahaan Indonesia tetap harus dinilai secara objektif dan berimbang.

"Ada persoalan yang perlu diperbaiki, tapi bukan berarti perusahaan-perusahaan di bursa kita memiliki fundamental yang buruk," tandasnya.


Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya