Berita

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Otomotif

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

KAMIS, 22 OKTOBER 2026 | 12:31 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Kendaraan hybrid, plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), dan range extended electric vehicle (REEV) didorong mendapat insentif nonfiskal berupa pembebasan aturan ganjil-genap. Kebijakan ini diusulkan untuk mendorong industri kendaraan elektrifikasi sekaligus menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM), terutama BBM bersubsidi.

Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mengatakan, insentif kendaraan elektrifikasi tidak harus selalu berupa keringanan pajak. Pemerintah juga dapat memberikan kemudahan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Nonfiskal itu misalkan administrasi, di kota-kota bisa dipakai, ganjil genap tidak terkena, ada parkir khusus. Mungkin juga kalau yang masih perlu charger, ada fasilitas charger dan sebagainya," ujar Sarmuji, dikutip Kamis, 22 Oktober 2026. 


Menurutnya, kendaraan listrik berbasis baterai penuh atau battery electric vehicle (BEV) selama ini telah memperoleh sejumlah insentif. Sementara itu, kendaraan hybrid, PHEV, dan REEV belum memiliki skema insentif tambahan yang dirumuskan secara khusus.

Sarmuji menilai, ketiga teknologi tersebut juga berpotensi menghemat BBM dan menekan emisi. Karena itu, pemberian insentif dinilai perlu diperluas dengan mempertimbangkan karakteristik masing-masing teknologi kendaraan.

Selain pembebasan ganjil-genap, insentif yang dikaji mencakup kemudahan administrasi, parkir khusus, hingga fasilitas pengisian daya. Pelaksanaannya perlu dikoordinasikan dengan kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah karena berkaitan dengan pengaturan lalu lintas dan fasilitas publik.

"Kementerian Perindustrian pasti akan mendukung dan mengomunikasikan ini dengan stakeholder yang lain supaya industri di jenis kendaraan ini akan berkembang di masa-masa yang akan datang," katanya.

Ia menargetkan pembahasan dan pengusulan tambahan insentif bagi kendaraan hybrid, PHEV, dan REEV dapat dipercepat serta diupayakan rampung tahun ini. Kenaikan harga BBM juga dinilai menjadi momentum untuk memperkuat pengembangan kendaraan yang lebih efisien dalam penggunaan energi.

"Insentif akan kita dorong secepatnya. Mumpung ada momentum harga BBM lagi naik, ini momentum untuk memperkuat industri berbasis baterai, tetapi dengan berbagai jenis tadi," tegasnya.


Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya