Berita

Ilustrasi

Pemerintahan

Ekspor Emas Anjlok, Bea Cukai Ungkap Perusahaan Tahan Pengiriman

SABTU, 10 OKTOBER 2026 | 18:38 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Ekspor emas Indonesia merosot tajam setelah pemerintah memberlakukan bea keluar sejak 23 Desember 2025. 

Hingga saat ini, volume ekspor emas pada 2026 baru mencapai 3,74 ton, jauh di bawah realisasi sepanjang 2025 yang mencapai 19,66 ton.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Djaka Budhi Utama mengungkapkan, penurunan ekspor tersebut juga diikuti berkurangnya jumlah perusahaan yang melakukan pengiriman emas ke luar negeri.


“Tahun lalu jumlah ekspor emas ada 19,66 ton, sebelum berlakunya bea keluar emas (tahun ini) total jumlah ekspor emas 3,74 ton,” kata Djaka dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Oktober di Jakarta, dikutip Sabtu, 10 Oktober 2026.

Menurut Djaka, jumlah perusahaan yang mengekspor emas pada 2026 tercatat hanya lima perusahaan, menyusut dari sekitar 15 perusahaan pada tahun sebelumnya.

“Tahun 2026 ada lima perusahaan yang melakukan ekspor, kalau tahun lalu ada sekitar 15 perusahaan,” ujarnya.

Di tengah penurunan volume ekspor, pemerintah telah mengantongi penerimaan bea keluar emas sekitar Rp385,2 miliar sepanjang 2026.

Djaka mengatakan, sejumlah perusahaan yang sebelumnya rutin mengekspor emas kini memilih menahan pengiriman sejak pungutan bea keluar diberlakukan. Meski demikian, dia berharap perusahaan-perusahaan tersebut kembali melakukan ekspor pada periode mendatang.

“Karena bea keluarnya dipungut, mereka menahan, tidak mengekspor emas sampai dengan bulan September ini. Kemungkinan, mudah-mudahan ke depannya akan tambah lagi yang melakukan ekspor. Karena sampai sejauh mana mereka tahan untuk menahan emasnya di perusahaan,” tuturnya.

Di sisi lain, Bea Cukai mencatat peningkatan signifikan dalam penindakan ekspor emas ilegal sepanjang 2026. Jika pada 2025 hanya tercatat tiga penindakan, jumlahnya melonjak menjadi 94 kali pada tahun ini.

Dari serangkaian penindakan tersebut, petugas mengamankan barang bukti emas dengan total berat mencapai 353 kilogram, termasuk bubuk emas seberat 11,3 kilogram.

Djaka menyebut potensi kerugian negara akibat praktik ekspor emas ilegal sepanjang 2026 mencapai Rp3,65 miliar.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

AMMN Cetak Laba Bersih Rp15,9 Triliun hingga September 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:24

Hasto Ingatkan Kader PDIP Tak Boleh Takut Bela Rakyat

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:01

Kapolres Jakbar Obrak-abrik Kampung Boncos, Tiga Orang Dicokok

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:16

Respons Ijazah Gibran, PDIP: Tidak Ada Kebohongan yang Abadi

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:01

Fahira Idris Apresiasi Kepastian Ujian Ulang Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:36

Prajurit Marinir Perbaiki Jembatan di Distrik Aradide

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:11

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:00

Prabowo Didorong Percepat Reformasi Energi Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:31

Komunitas Pengawas WNA Desak Dirjen Pajak Telaah Dumas PT BCI

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:14

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Usung Wisata Kebugaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:00

Selengkapnya