Berita

Ilustrasi

Bursa

Saham Apple Anjlok Tak Lama Setelah iPhone 18 Dirilis

SABTU, 10 OKTOBER 2026 | 14:39 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Peluncuran iPhone 18 Pro yang diharapkan mendongkrak penjualan Apple justru dibayangi kabar pemangkasan pesanan komponen. 

Laporan Nikkei Asia menyebut Apple mengurangi pesanan komponen untuk iPhone 18 Pro dan Pro Max sebesar 15 persen hingga 20 persen, memicu kekhawatiran investor terhadap prospek permintaan ponsel andalan perusahaan tersebut.

Kekhawatiran itu turut menekan saham Apple di bursa Amerika Serikat. Saham Apple pada penutupan Jumat 9 Oktober 2026 waktu setempat, turun 1,11 persen ke 336,64 per saham, atau berkurang 3,78 Dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di 340,42 Dolar AS. 


Dalam perdagangan setelah jam bursa, sahamnya kembali melemah 0,17 persen ke 336,08 Dolar AS.

Apple dilaporkan memangkas pesanan komponen iPhone 18 Pro dan Pro Max untuk Oktober setidaknya 15 persen dari rencana awal. Sejumlah sumber yang mengetahui rantai pasokan perusahaan bahkan menyebut pemangkasan mencapai 15 persen hingga 20 persen. Namun, Apple belum mengonfirmasi laporan tersebut dan Reuters menyatakan belum dapat memverifikasi angka itu secara independen.

Di sisi lain, harga iPhone kelas atas yang semakin mahal juga menjadi perhatian investor. iPhone 18 Pro dilaporkan dibanderol mulai 1.199, Dolar AS sedangkan iPhone 18 Pro Max mulai 1.299 Dolar AS. Keduanya naik 100 Dolar AS dibandingkan pendahulunya. Kenaikan ini disebut berkaitan dengan meningkatnya biaya komponen, terutama memori, seiring tingginya kebutuhan industri kecerdasan buatan (AI) untuk membangun pusat data.

Berdasarkan perkiraan TrendForce, biaya komponen iPhone 18 Pro dengan kapasitas 256 GB dilaporkan meningkat sekitar 38 persen dibandingkan model sebanding keluaran 2025. Kombinasi kenaikan harga jual dan kabar pemangkasan pesanan memunculkan kekhawatiran bahwa permintaan konsumen mungkin tidak sesuai dengan perkiraan Apple. 

Meski demikian, pengurangan pesanan komponen tidak serta-merta membuktikan penjualan melemah karena perusahaan juga dapat menyesuaikan jadwal produksi dan persediaan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya