Berita

Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini (Foto: Dokumen pribadi)

Parlemen

Soroti Galon 20 Tahun Masih Dipakai, Komisi VII DPR Minta Pemerintah Tetapkan Batas Usia

SABTU, 10 OKTOBER 2026 | 13:32 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Galon  guna ulang (Ganula) mendapat sorotan dari segi keamanan, terutama dari batas usia pakai maksimal. 

Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini memastikan, pengawasan keamanan tidak mementingkan merek, tapi pada aspek keselamatan masyarakat.

"Di sinilah fungsi legislasi di mana yang kami awasi itu bukan mereknya. Di sini isu tentang persaingan merek A ke merek B itu harus ditepis karena DPR RI tidak melihat mereknya," ujar Novita, kepada wartawan, Sabtu, 10 Oktober 2026.


Legislator PDIP itu menjelaskan, keamanan Ganula menjadi penting karena secara ideologis terkait dengan Undang-Undang Dasar 1945. 

Dalam pasal 28 dan pasal 33 ayat 2 dan 3 dijelaskan bahwa air dan cabang produksi yang mengatur hajat hidup orang banyak yang dikuasai negara harus digunakan untuk kemakmuran rakyat dan tidak boleh diserahkan sepenuhnya pada mekanisme pasar.

"Kami melihat tentang keamanan konsumsi masyarakat di mana kerangka ideologis sudah jelas dilindungi oleh Undang-Undang," jelasnya.
Novita mengungkapkan, pihaknya mendorong pemerintah menerapkan regulasi batas usia pakai maksimal yang aman. Ia sendiri pernah menemukan kalau ada Ganula yang sudah 20 tahun, tapi masih dipakai.

Ia menambahkan, usia pakai maksimal harus memiliki landasan yang jelas. Untuk itu, regulasi dari pemerintah nantinya harus diikuti dengan kajian-kajian ilmiah.

"Kami dorong agar pemerintah, di sini ada Kementerian Perindustrian untuk segera menetapkan batas usia pakai maksimal yang aman," katanya.

Sementara itu, berdasarkan data Komunitas Konsumen Indonesia (KKI), selama 2024-2026 menemukan beragam keluhan konsumen mulai dari galon kusam, retak, hingga dugaan peredaran galon berusia tua. 

Sementara, paparan panas, sinar UV, dan proses pencucian juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya