Harga minyak dunia kembali menguat setelah badai Isaias memaksa perusahaan energi menghentikan sebagian besar produksi minyak mentah di perairan Amerika Serikat (AS).
Gangguan pasokan ini mendorong harga minyak naik, meski harapan meredanya konflik Timur Tengah sempat menekan pasar.
Data Reuters yang dikutip Sabtu, 10 Oktober 2026, menunjukkan harga minyak mentah Brent ditutup naik 44 sen atau 0,42 persen menjadi 104,72 dolar AS per barel saat penutupan Jumat. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 36 sen atau 0,39 persen menjadi 91,85 dolar AS per barel.
Kenaikan terjadi ketika badai Isaias bergerak menuju bagian utara Teluk Meksiko. Ancaman cuaca ekstrem mendorong perusahaan minyak menghentikan operasional sejumlah fasilitas lepas pantai untuk mengantisipasi dampak badai.
Menurut data otoritas mineral kelautan AS yang dikutip Reuters, sekitar 1,3 juta barel produksi minyak per hari telah dihentikan hingga Kamis. Jumlah tersebut setara dengan 62,9 persen dari produksi minyak lepas pantai AS saat ini.
Di sisi lain, perkembangan konflik Timur Tengah masih menjadi faktor penting yang memengaruhi pergerakan harga. Harga minyak sempat melemah setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan pembicaraan dengan Iran berlangsung produktif. Trump juga mengatakan AS tidak berencana menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu Kongres pada 3 November mendatang.
Pernyataan tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak. Namun, ketidakpastian masih membayangi jalur pelayaran di Teluk dan Selat Hormuz, yang sebelum perang mengangkut sekitar 20 persen pasokan minyak dan bahan bakar dunia.
Kantor berita Tasnim melaporkan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan Teheran sedang meninjau tanggapan AS terhadap proposal Iran. Proposal tersebut, menurut laporan itu, mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari.
Tekanan terhadap harga juga datang dari China. Negara pengimpor minyak terbesar di dunia itu berencana kembali mengekspor bahan bakar olahan setelah penghentian sementara selama libur Golden Week. Kembalinya ekspor China menjadi salah satu faktor yang membatasi kenaikan harga minyak.