Berita

Ilustrasi

Energi

Badai Isaias Bikin Harga Brent Naik ke 104 Dolar AS

SABTU, 10 OKTOBER 2026 | 12:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia kembali menguat setelah badai Isaias memaksa perusahaan energi menghentikan sebagian besar produksi minyak mentah di perairan Amerika Serikat (AS). 

Gangguan pasokan ini mendorong harga minyak naik, meski harapan meredanya konflik Timur Tengah sempat menekan pasar.

Data Reuters yang dikutip Sabtu, 10 Oktober 2026, menunjukkan harga minyak mentah Brent ditutup naik 44 sen atau 0,42 persen menjadi 104,72 dolar AS per barel saat penutupan Jumat. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 36 sen atau 0,39 persen menjadi 91,85 dolar AS per barel.


Kenaikan terjadi ketika badai Isaias bergerak menuju bagian utara Teluk Meksiko. Ancaman cuaca ekstrem mendorong perusahaan minyak menghentikan operasional sejumlah fasilitas lepas pantai untuk mengantisipasi dampak badai.

Menurut data otoritas mineral kelautan AS yang dikutip Reuters, sekitar 1,3 juta barel produksi minyak per hari telah dihentikan hingga Kamis. Jumlah tersebut setara dengan 62,9 persen dari produksi minyak lepas pantai AS saat ini.

Di sisi lain, perkembangan konflik Timur Tengah masih menjadi faktor penting yang memengaruhi pergerakan harga. Harga minyak sempat melemah setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan pembicaraan dengan Iran berlangsung produktif. Trump juga mengatakan AS tidak berencana menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu Kongres pada 3 November mendatang.

Pernyataan tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak. Namun, ketidakpastian masih membayangi jalur pelayaran di Teluk dan Selat Hormuz, yang sebelum perang mengangkut sekitar 20 persen pasokan minyak dan bahan bakar dunia.

Kantor berita Tasnim melaporkan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan Teheran sedang meninjau tanggapan AS terhadap proposal Iran. Proposal tersebut, menurut laporan itu, mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari.

Tekanan terhadap harga juga datang dari China. Negara pengimpor minyak terbesar di dunia itu berencana kembali mengekspor bahan bakar olahan setelah penghentian sementara selama libur Golden Week. Kembalinya ekspor China menjadi salah satu faktor yang membatasi kenaikan harga minyak.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Trump Tunjuk Katie Zacharia Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:27

Saat Outing Kantor Bergeser Jadi Strategi Korporat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:09

Harga Emas Meroket di Akhir Pekan Jadi Semahal Ini

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:57

FORU Anjlok 11,39 Persen, Transaksi Tembus Rp253 Miliar saat IHSG Rebound

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:44

Komisi V DPR Wanti-wanti Tiga Kementerian Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab Soal Ojol

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:30

Harga Logam Dunia Bangkit Usai Aksi Borong di Level Rendah

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:01

Tiga Anggota OPM Meninggal Dunia Usai Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:46

Teguh Santosa: Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:31

Kapolri Pimpin Sertijab di Mabes Polri, Komjen Asep Resmi Jadi Irwasum

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:17

Wall Street Tutup Pekan Kedua di Zona Hijau

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya