Berita

Menteri Keuangan Suahasil Nazara. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Finansial

Pemerintah Bayar Subsidi-Kompensasi Rp376,8 Triliun September 2026, Bengkak 54,1 Persen

SABTU, 10 OKTOBER 2026 | 12:29 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kementerian Keuangan telah menggelontorkan anggaran Rp376,8 triliun untuk belanja subsidi dan kompensasi energi hingga 30 September 2026. 

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan realisasi tersebut mencapai 84,3 persen dari target APBN dan naik 54,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp244,6 triliun, yang sebagian besar dibayarkan kepada PT Pertamina (Persero) serta PT PLN (Persero).

“Subsidi dan kompensasi yang kita bayarkan tahun 2026 ini per September itu lebih tinggi dibandingkan yang dibayarkan per September tahun lalu. Tahun lalu baru dibayarkan Rp244,6 triliun, tahun ini sudah kita bayarkan Rp376,8 triliun dan pembayaran kompensasi itu sekarang dilakukan bulanan kepada PLN dan Pertamina,” kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan, dikutip Sabtu, 10 Oktober 2026.


Dari total tersebut, realisasi pembayaran subsidi tercatat Rp222,5 triliun, sedangkan pembayaran kompensasi mencapai Rp154,4 triliun.

Penambahan alokasi yang mencapai Rp132,2 triliun ini disebut memberi ruang bagi Pertamina dan PLN untuk mempertahankan kualitas layanan tanpa terbebani persoalan likuiditas.

“Ini tentu kita maksudkan supaya PLN dan Pertamina memiliki keleluasaan cash supaya bisa terus menyediakan barang-barang yang memang harganya diatur oleh pemerintah,” tegasnya.

Ia menjelaskan peningkatan realisasi tersebut juga dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari fluktuasi harga minyak mentah Indonesia (ICP), nilai tukar rupiah, hingga meningkatnya volume penyaluran BBM, LPG, dan listrik bersubsidi.

Menurutnya, dinamika geopolitik global yang memengaruhi harga minyak dunia turut menjadi faktor yang dapat meningkatkan kebutuhan anggaran subsidi energi. Indonesia, kata Suahasil, memiliki pengalaman menghadapi tekanan serupa saat konflik Rusia-Ukraina pada 2022.

Di sisi lain, peningkatan penyaluran sejumlah barang bersubsidi juga mendorong kenaikan realisasi anggaran. Penyaluran BBM bersubsidi hingga September 2026 mencapai 13,4 juta kiloliter (kl), naik 9,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 12,28 juta kl.

Penyaluran LPG 3 kilogram tercatat 5,76 juta kilogram, tumbuh 2,2 persen dari sebelumnya 5,63 juta kilogram. Sementara itu, jumlah pelanggan penerima subsidi listrik mencapai 43,4 juta, meningkat 2,1 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 42,4 juta pelanggan.

Kenaikan lebih tinggi terjadi pada penyaluran pupuk bersubsidi yang mencapai 6,6 juta ton, atau tumbuh 15,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 5,7 juta ton.

Adapun penyaluran subsidi kredit usaha rakyat (KUR) meningkat 7,9 persen, dari 3,5 juta debitur pada September 2025 menjadi 3,7 juta debitur pada September 2026.

Suahasil menilai, peningkatan pemanfaatan berbagai barang dan fasilitas bersubsidi menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat yang terus berjalan. Melalui APBN, pemerintah berupaya melindungi masyarakat sekaligus menopang kegiatan ekonomi.

“Ini adalah cara kita mengelola APBN untuk melindungi masyarakat. Kalau masyarakat terus bekerja menggunakan BBM, LPG, listrik, pupuk, KUR, itu berarti APBN-nya juga menumbuhkan kegiatan ekonomi,” tandasnya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya