Berita

Festival Akses Air Bersih dan Sanitasi Pesantren Jawa Timur bertajuk 'Mengalirkan Kebaikan: Akses Air Bersih dan Sanitasi untuk Santri Indonesia” di Pesantren Ngalah, Kabupaten Pasuruan (Foto: Istimewa)

Mikro

Kolaborasi Lintas Sektor Perluas Upaya Penyediaan Air Bersih di Pesantren

SABTU, 10 OKTOBER 2026 | 11:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

. Keterbatasan akses air bersih dan sanitasi layak masih menjadi tantangan bagi kesehatan masyarakat Indonesia, termasuk di lingkungan pondok pesantren. 

Karena itu, upaya memperbaiki fasilitas sanitasi perlu berjalan beriringan dengan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, terutama bagi para santri yang kelak dapat membawa kebiasaan tersebut ke tengah masyarakat.

Persoalan ini menjadi perhatian dalam Festival Akses Air Bersih dan Sanitasi Pesantren Jawa Timur bertajuk 'Mengalirkan Kebaikan: Akses Air Bersih dan Sanitasi untuk Santri Indonesia” di Pesantren Ngalah, Kabupaten Pasuruan baru-baru ini. Kegiatan yang digelar menjelang Hari Santri 2026 tersebut mempertemukan pesantren, pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan komunitas untuk mendorong lingkungan pesantren yang lebih sehat.


Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan akses sanitasi layak di Indonesia mencapai 83,60 persen pada 2024. Artinya, masih ada sekitar 45,4 juta penduduk yang belum menikmati layanan sanitasi layak. Sementara itu, baru sekitar 7 persen air limbah domestik yang diolah secara aman.

Tantangan serupa terlihat di lingkungan pesantren. Survei Serikat Ekonomi Pesantren pada 2024 terhadap 210 pesantren di Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur mencatat sekitar 54 persen pesantren memiliki akses air bersih layak, sedangkan yang mempunyai fasilitas sanitasi memadai baru mencapai 38 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya dukungan yang tidak hanya berfokus pada pembangunan sarana, tetapi juga pembiayaan, pengelolaan fasilitas, dan pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Public Affairs & Sustainability Director Danone Indonesia, Karyanto Wibowo, mengatakan pesantren memiliki posisi strategis dalam membangun kebiasaan sehat karena berperan sebagai pusat pendidikan dan pembentukan karakter.

“Upaya menghadirkan akses air bersih dan sanitasi yang layak tidak hanya tentang menyediakan fasilitas, tetapi juga menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat yang dapat diteladani oleh para santri serta diteruskan kepada keluarga dan komunitas di sekitarnya,” ujarnya dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu 10 Oktober 2026..

Melalui program air bersih dan sanitasi, Danone Indonesia menyebut telah memberikan manfaat kepada lebih dari 500.000 jiwa di berbagai wilayah Indonesia. Program tersebut mencakup pembangunan infrastruktur, edukasi PHBS, pengelolaan lingkungan, serta penguatan tata kelola berbasis komunitas.

Dalam pelaksanaannya, perusahaan berkolaborasi dengan Yayasan Sinergi Ekosistem Pesantren (SEP) dan Water.org. Salah satu pendekatan yang diperkenalkan adalah WaterCredit, skema pembiayaan yang ditujukan untuk membantu pesantren memperoleh akses pendanaan bagi pembangunan sarana air bersih dan sanitasi secara mandiri dan berkelanjutan.

Executive Director for Southeast Asia Water.org, Yuniar Restanto, menilai akses air bersih dan sanitasi memberikan manfaat yang melampaui lingkungan pesantren karena turut memengaruhi kesehatan keluarga dan masyarakat sekitar.

Melalui WaterCredit, pihaknya berupaya membuka peluang pembiayaan agar pesantren dapat membangun fasilitas yang aman dan layak sesuai kebutuhan.

Festival yang diikuti sekitar 3.500 peserta tersebut juga menempatkan santri sebagai bagian penting dari upaya membangun budaya hidup sehat. Peserta terdiri atas santri Pesantren Ngalah, perwakilan pesantren sekitar Pasuruan, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, komunitas lokal, dan lembaga keuangan.

Selain diskusi dan pameran edukasi mengenai nutrisi, hidrasi sehat, serta keberlanjutan sumber daya air, kegiatan ini ditandai dengan pengukuhan Duta Santri BESTARI, singkatan dari Bersih, Sehat, Tangguh, dan Mandiri.

Para duta tersebut diharapkan menjadi penggerak kebiasaan hidup bersih dan sehat di lingkungan pesantren, mulai dari menjaga kebersihan diri hingga meningkatkan kepedulian terhadap penggunaan air dan sanitasi yang layak.

Ketua Dewan Pesantren Pasuruan, KH Tantowie Abdullah Siradj, menyambut kolaborasi tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup santri. Ia menilai kemitraan antara pesantren, pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat diperlukan untuk mendorong pesantren yang sehat, mandiri, serta mampu memberi manfaat lebih luas.

Apresiasi juga disampaikan Wakil Bupati Pasuruan, KH Muhammad Shobih Asrori atau Gus Shobih. Menurut dia, pemerintah daerah membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk meningkatkan kesejahteraan santri, termasuk dalam penyediaan fasilitas air bersih yang menunjang kegiatan pesantren.

Kolaborasi ini menegaskan bahwa peningkatan kesehatan di pesantren tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas. Dukungan pembiayaan, pengelolaan yang berkelanjutan, dan keterlibatan santri menjadi bagian penting agar akses air bersih dan sanitasi layak dapat memberikan manfaat jangka panjang.

Dengan jumlah pesantren yang mencapai lebih dari 34.000 di Indonesia, penguatan akses air bersih dan sanitasi di lingkungan pendidikan berbasis asrama berpotensi memberi dampak luas. Santri bukan hanya penerima manfaat, melainkan juga dapat menjadi penggerak kebiasaan hidup sehat bagi keluarga dan masyarakat di sekitarnya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya