Berita

Mantan Bupati Kukar, Rita Widyasari. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Hukum

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

JUMAT, 09 OKTOBER 2026 | 22:28 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

KPK memanggil Direktur PT Wangsa Indra Permana, Andrew Nasuri, sebagai saksi dalam pengembangan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, pemeriksaan dijadwalkan berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2026.

“Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK,” kata Budi.


PT Wangsa Indra Permana diketahui merupakan perusahaan dealer dan bengkel resmi kendaraan Volkswagen (VW) dan Audi. Namun, hingga pukul 15.28 WIB, Andrew belum terlihat hadir di Gedung Merah Putih KPK.

KPK mengembangkan perkara TPPU Rita setelah sebelumnya menjerat mantan kepala daerah tersebut dalam kasus suap dan gratifikasi. Rita ditetapkan sebagai tersangka TPPU bersama Khairudin pada 16 Januari 2018.

Dalam perkara gratifikasi dan suap, Rita divonis 10 tahun penjara pada 6 Juli 2018. Majelis hakim menyatakan Rita terbukti menerima gratifikasi Rp110,7 miliar dan suap Rp6 miliar.

Dalam pengembangan perkara TPPU, KPK menduga Rita dan Khairudin menguasai hasil tindak pidana korupsi sekitar Rp436 miliar yang digunakan untuk membeli berbagai aset, termasuk kendaraan, tanah, bangunan, dan barang mewah.

Penyidik juga menyita uang sekitar Rp476,86 miliar dalam rekening rupiah, dolar Amerika Serikat, dan dolar Singapura. Selain itu, KPK menyita 91 kendaraan, lima bidang tanah dan bangunan, puluhan jam tangan mewah, serta sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik.

Pada 19 Februari 2026, KPK turut menetapkan tiga korporasi sebagai tersangka, yakni PT Alamjaya Barapratama, PT Sinar Kumala Naga, dan PT Bara Kumala Sakti. Ketiganya diduga digunakan sebagai sarana penerimaan gratifikasi dalam perkara Rita.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya