Berita

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

Bisnis

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

JUMAT, 09 OKTOBER 2026 | 22:18 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pasca diterbitkannya Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2026 tentang Percepatan Program Penataan BUMN dan/atau Anak Usaha BUMN pada 15 Juni 2026, pemerintah mendorong penyederhanaan struktur perusahaan negara untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, tata kelola, serta fokus pada bisnis utama.

Namun, arah penyederhanaan tersebut perlu dicermati kesesuaiannya dengan pengaturan baru yang mengarahkan penyelenggaraan outsourcing BUMN melalui anak perusahaan.

Di satu sisi pemerintah sedang mengurangi jumlah entitas BUMN, sementara di sisi lain terdapat pengaturan yang bertumpu pada keberadaan anak perusahaan.


Dalam Rapat Paripurna DPR RI pada Selasa 6 Oktober 2026, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan bahwa UU Pelindungan Ketenagakerjaan mengatur penguatan perlindungan pekerja outsourcing di BUMN melalui kewajiban penyelenggaraan alih daya oleh anak perusahaan.

Sementara itu, Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, pada Kamis, 8 Oktober 2026 menyampaikan bahwa jumlah entitas dalam ekosistem BUMN ditargetkan berkurang dari sekitar 1.074 menjadi sekitar 200 perusahaan pada akhir 2026.

Konsolidasi tersebut mencakup penggabungan, restrukturisasi, divestasi, hingga penutupan entitas usaha sebagai bagian dari penyederhanaan struktur perusahaan negara.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (ABADI), Yanuar Effendi mengatakan bahwa penyelenggaraan outsourcing di lingkungan BUMN saat ini memiliki beragam bentuk.

Sebagian dikelola oleh anak perusahaan BUMN, sebagian melalui unit usaha yang dibentuk oleh entitas afiliasi BUMN, seperti dana pensiun, dan sebagian lainnya oleh perusahaan penyedia jasa di luar kelompok BUMN.

Menurut Yanuar, hal terpenting bukan pada status perusahaan penyedia, melainkan kepatuhan terhadap regulasi serta kemampuan BUMN memilih pengelola layanan yang memiliki kompetensi dan kapasitas sesuai kebutuhan.

“Ketika pengelolaan alih daya diserahkan kepada pihak yang lebih profesional, memiliki kompetensi, kapabilitas, kapasitas, serta sistem yang lebih mapan, hal itu justru akan sangat membantu BUMN,” kata Yanuar kepada wartawan di Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2026.

Ia menambahkan, pengaturan yang hanya berfokus pada anak perusahaan perlu mempertimbangkan keberagaman bentuk pengelolaan layanan yang telah berjalan di lingkungan BUMN, termasuk melalui entitas afiliasi dan penyedia jasa profesional lainnya.

Dengan demikian, keselarasan pengaturan outsourcing dengan program penyederhanaan BUMN perlu menjadi perhatian agar penguatan perlindungan pekerja tetap berjalan seiring dengan efisiensi dan kebutuhan operasional perusahaan negara.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya