Berita

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Ungaran. (Foto: Istimewa)

Energi

PLTP Gunung Ungaran: Menjaga Energi dan Sumber Air

JUMAT, 09 OKTOBER 2026 | 15:43 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Ungaran menjadi bagian dari upaya Indonesia meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan (EBT), mengejar pencapaian Net Zero Emission (NZE), dan memperkuat ketahanan energi. 

Dikatakan Direktur Eksekutif Center for Energy Security Studies (CESS) Ali Ahmudi Achyak, panas bumi memiliki potensi besar karena mampu menghasilkan listrik secara relatif stabil dan tidak bergantung pada kondisi cuaca maupun pergantian waktu.

Menurutnya, pengembangan PLTP Gunung Ungaran saat ini masih berada pada tahapan awal. Karena itu, pembicaraan mengenai proyek ini tidak hanya mengenai potensi listrik yang dapat dihasilkan.


"Tetapi juga mengenai bagaimana seluruh aspek yang terkait dengan kondisi kawasan dipahami melalui proses kajian sebelum memasuki tahapan pengembangan berikutnya,” ujar Ali kepada wartawan, Jumat 9 Oktober 2026.

Lebih lanjut, kata Ali, bagi masyarakat di sekitar Gunung Ungaran, perhatian terhadap sumber air, hutan dan satwa, lahan pertanian, kawasan wisata, serta warisan budaya seperti Candi Gedong Songo merupakan hal yang wajar. 

“Berbagai aspek tersebut justru menjadi bagian penting dalam melihat pengembangan panas bumi secara utuh,” katanya.

Untuk itu, sambungnya, pengembangan proyek panas bumi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan hasil kajian teknis, kondisi lingkungan, aspek sosial, tata ruang, serta ketentuan yang berlaku. 

“Dengan pendekatan tersebut, keputusan pada setiap tahapan memiliki dasar informasi yang jelas,” katanya. 

Gunung Ungaran merupakan kawasan vulkanik yang memiliki potensi sumber daya panas bumi. Secara sederhana, panas bumi adalah energi panas yang tersimpan di dalam bumi dan dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik.

Pemanfaatannya, diuraikan Ali, mencakup pengelolaan reservoir bawah permukaan, pengeboran sumur produksi dan injeksi, fasilitas pembangkit, jaringan pipa, jalan akses, serta berbagai infrastruktur pendukung. 

"Fluida yang telah dimanfaatkan diinjeksikan kembali ke reservoir melalui sumur injeksi,” katanya.

Lebih lanjut, Ali menjelaskan, bagi masyarakat sekitar Gunung Ungaran, air merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Mata air, sungai, sumur, dan sumber air lainnya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, pertanian, sekaligus menopang ekosistem.

“Pada tahapan pengembangan panas bumi, kondisi sumber air menjadi salah satu aspek yang dikaji melalui data dasar (baseline). Data tersebut mencakup antara lain debit mata air, debit sungai, kualitas air, muka air tanah, pola curah hujan, kondisi hidrogeologi, serta pola pemanfaatan air oleh masyarakat,” katanya, 

Dalam operasinya, tuturnya, PLTP juga membutuhkan ketersediaan air secara berkelanjutan untuk mendukung proses pembangkitan. 

“Kebutuhan tersebut menjadi bagian dari perencanaan dan pengelolaan sumber daya air, sehingga kontinuitas pasokan air perlu dipastikan melalui pengelolaan yang terukur, pemantauan kondisi hidrologi, serta pemenuhan ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya