Berita

Tim Kuasa Hukum DPP PPP. (Foto: Istimewa)

Politik

PTTUN Jakarta Tolak Banding, Keabsahan Ketum PPP Mardiono Semakin Kuat

JUMAT, 09 OKTOBER 2026 | 15:03 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Jakarta menguatkan putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait keabsahan Surat Keputusan (SK) Menteri Hukum yang mengesahkan Muhamad Mardiono sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) masa bakti 2025-2030.

Putusan tersebut tertuang dalam Putusan Nomor 147/B/2026/PT.TUN.JKT. Dalam amar putusannya, PTTUN Jakarta menguatkan putusan PTUN yang sebelumnya telah memenangkan pihak DPP PPP terkait objek sengketa SK Menteri Hukum tersebut.

“Alhamdulillah, salinan putusan Pengadilan Tinggi TUN sudah keluar dengan amar putusan menguatkan putusan PTUN tentang keabsahan SK Menteri Hukum,” ujar Kuasa Hukum DPP PPP, Erfandi kepada wartawan, Jumat 9 Oktober 2026.


Selain menguatkan putusan sebelumnya, PTTUN Jakarta juga menghukum para pembanding yaitu M. Thobahul Aftoni, Subadri Ushuludin, dan Akhmad Syaeful Hakim untuk membayar biaya perkara persidangan.

Erfandi menilai putusan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang proses hukum terkait kepemimpinan DPP PPP. 

Sebelumnya, pihak yang mengajukan gugatan telah dinyatakan kalah di tingkat PTUN dan kemudian menempuh upaya hukum banding ke PTTUN Jakarta.

“Disebutkan sebelumnya, para pemohon telah kalah di PTUN karena gugatannya tidak dapat diterima, kemudian mengajukan banding ke PTTUN juga mendapati kekalahan. Jadi ini bukanlah kemenangan yang pertama, namun sudah berkali-kali,” kata Erfandi.

Menurut Erfandi, putusan tersebut tidak hanya memiliki konsekuensi hukum, tetapi juga menjadi momentum bagi internal PPP terus fokus dalam menjalankan konsolidasi organisasi dan menjaga soliditas kader di seluruh Indonesia.

“Kemenangan secara politik dan hukum ini adalah bentuk takdir dan ridha Allah SWT terhadap kepemimpinan PPP untuk tetap istiqomah dan tegak berdiri bersama kader seluruh Indonesia. Allahu Akbar,” pungkasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Hashim Bantah Janjikan HP Gratis, Ngaku Dipelintir Media

Jumat, 30 Oktober 2026 | 00:13

Hemat Biaya Operasional, Drone Pertanian Frogs Bidik Program Cetak Sawah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45

28 Jam Pemuda Bicara di Malang Usung Deklarasi ‘Sumpah Promptmuda’

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:24

Kemenkop dan Pertamina Patra Niaga Luncurkan Model Pengumpulan Minyak Jelantah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:59

Asap dan Sengsara

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:52

Sempat Ditahan, 19 Demonstran Sumpah Pemuda Dibebaskan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:38

32,7 Juta Investor Kecewa Nilai Saham Anjlok Imbas MSCI, Hashim: Saya Juga

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:12

PLN Siap Pasok Daya Andal untuk Jaringan Usaha Telkom Group

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:47

Tim Yaqut Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Kuota Haji

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:36

Singapura Panggil 10 Perusahaan RI soal Karhutla, Rosan: Investasi Tetap Terbuka

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:21

Selengkapnya