Berita

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Industri

Danantara Buka Opsi Penggabungan ASDP dan Pelni

JUMAT, 09 OKTOBER 2026 | 13:27 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia membuka peluang menggabungkan PT ASDP Indonesia Ferry dengan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni).

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria tidak menampik penggabungan antara dua badan usaha yang sama-sama bergerak di sektor transportasi laut itu.

Ia mengatakan, rencana merger harus mempertimbangkan karakteristik dan keunikan bisnis masing-masing perusahaan. Menurutnya, penggabungan tersebut bisa dilakukan sepanjang kedua perusahaan memiliki kesamaan model bisnis.


"Itu mungkin bisa, tetapi kita melihat juga apa uniqueness-nya dan semuanya kan dipertimbangkan dengan baik-baiknya. Yang sama dulu yang kita lakukan merger," kata Dony saat ditemui di Hotel Kempinski, Jakarta, dikutip Jumat, 9 Oktober 2026.

Namun, Dony juga menegaskan wacana penggabungan ASDP dan Pelni dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) yang sempat bergulir pada 2024 lalu bukan opsi yang tepat. Meski sama-sama bergerak di sektor kelautan, ketiga perusahaan memiliki model bisnis berbeda.

"Kita kan harus mencermati juga bisnis model masing-masing kan? Kan tidak bisa karena mereka laut, terus kita ya nggak bisa kita satukan juga. Karena masing-masing sudah ada best practice industri-nya," ujarnya.

"Pelindo itu port industry. Satu lagi industrinya adalah pelayaran, jadi nggak bisa, tidak ketemu dia. Ya walaupun sama-sama di laut, bukan berarti mereka akan di-merger," tambahnya.

Lebih lanjut, Dony mencontohkan penggabungan perusahaan asuransi, manajemen aset, dan kawasan industri sebagai upaya meningkatkan efisiensi bisnis BUMN.

"Misalkan ke asuransi jelas sama yang kita merger. Asset management kita merger. Kemudian kawasan industri kita merger. Ini kan memang sudah sama. Jadi kita lakukan efisiensi kan, jadi lebih efisien," tuturnya.

Ia berharap perampingan dan konsolidasi BUMN dapat memperkuat kinerja perusahaan sekaligus memberikan manfaat bagi generasi muda.

"Dan nanti kan banyak lapangan pekerjaan, perusahaan kita bagus-bagus nih, semua yang menikmati yang muda-muda ini kan," kata Dony.

Untuk diketahui, Danantara memang tengah merestrukturisasi perusahaan pelat merah dengan memangkas jumlah BUMN dari sekitar 1.074 perusahaan menjadi kurang lebih 250 perusahaan.

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, langkah tersebut dilakukan setelah evaluasi menyeluruh terhadap perusahaan-perusahaan BUMN untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan optimalisasi aset.

“Setelah kita melakukan assessment atau evaluasi secara menyeluruh, kita melihat bahwa kita bisa meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan optimalisasi dari aset kita dan kita bisa mengurangkan sampai jumlahnya kurang lebih sebesar 250 perusahaan,” kata Rosan dalam acara Investor Daily Summit 2026 di Raffles Hotel, Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2026.

Rosan mengakui proses perampingan tersebut tidak mudah. Meski demikian, Danantara memastikan restrukturisasi dilakukan dengan tetap mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Kita dalam proses melakukan ini. Tidak mudah, terus terang, tidak gampang. Tetapi tentunya dengan selalu mengikuti peraturan perundang-undangan yang ada dan dengan spirit yang baik, insyaallah ini bisa kita lakukan,” tandasnya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Realisasi Penerimaan Pajak Tembus Rp1.607 Triliun, Naik 24,1 Persen

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:26

Isu Parliamentary Threshold 1 Persen Mengemuka untuk Keadilan Demokrasi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:23

Pertamina Kerek Kualitas Pengelola Homestay Lokal Naik Kelas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:12

TNI Harus Terbuka Ungkap Tuntas Judi Online di Rumah Dinas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:09

Jelang Akhir Pekan Harga Minyak Dunia Bertahan di 103 Dolar AS

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:59

Putin Janji Bantu Iran Akhiri Perang di Timur Tengah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:57

DPR Kebanjiran Aspirasi Masyarakat Soal Putusan MK tentang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:50

Tanpa Restu Gerindra, DPR Diyakini Tidak akan Berani Makzulkan Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:47

Usut Tuntas Aktor di Balik Praktik Judi Online di Rumah Dinas TNI

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:37

Loncat dari Lantai Dua, Wanita Ini Selamatkan Anak saat Kebakaran di Rawamangun

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:36

Selengkapnya