Berita

Menteri Keuangan Suahasil Nazara. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Finansial

Defisit APBN Tembus Rp319 Triliun, Suahasil: Ini On Track Bukan Tekor

JUMAT, 09 OKTOBER 2026 | 11:13 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tercatat mengalami defisit sebesar Rp319 triliun atau setara 1,24 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hingga akhir September 2026.

Angka ini melonjak Rp78,9 triliun dalam sebulan, dibanding defisit Agustus 2026 sebesar Rp240,1 triliun atau masih setara 0,93 persen dari PDB.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan, realisasi pendapatan negara hingga September 2026 mencapai Rp2.341,5 triliun atau 74,2 persen dari target APBN tahun ini.


Di sisi lain, belanja negara telah terealisasi Rp2.660,5 triliun atau 69 persen dari pagu anggaran. Selisih antara pendapatan dan belanja tersebut membuat APBN mencatat defisit Rp319 triliun, meski keseimbangan primer masih surplus Rp125,5 triliun.

Suahasil menegaskan, posisi defisit tersebut masih sesuai dengan desain anggaran pemerintah. Dalam APBN 2026, pemerintah memang merancang keseimbangan primer negatif Rp89,7 triliun.

“Yang perlu diketahui APBN sendiri didesain dengan keseimbangan primer negatif Rp89,7 triliun, sementara defisit saat ini Rp319 triliun 1,24 persen dari PDB, dan akan menuju ke 2,68 dan akan menuju 2,85 persen dari PDB seperti yang kita laporkan dalam laporan semester bulan Juli lalu ke Badan Anggaran DPR RI,” kata Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa edisi September 2026, Jumat, 9 Oktober 2026.

Ia menepis anggapan bahwa defisit tersebut menunjukkan kondisi keuangan negara sedang tekor. Menurutnya, realisasi defisit masih berada dalam jalur yang direncanakan pemerintah.

“Jadi ini on-track ya, bukan APBN saat ini seakan-akan tekor. Saya tau banyak media paling suka pake kata tekor. Ini bukan sekedar tekor, ini on track karena memang APBN kita desain defisit,” tegasnya.

Suahasil menambahkan, kebijakan defisit ditempuh agar belanja negara dapat memberikan manfaat yang lebih optimal bagi masyarakat.

“Kenapa? karena kita ingin belanja saat ini supaya manfaat bagi masyarakat itu makin maksimal hari ke hari,” tandasnya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya