Berita

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Industri

Dari 5 Ribu SNI Industri, Baru 131 yang Berstatus Wajib

JUMAT, 09 OKTOBER 2026 | 11:04 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) Wajib di sektor industri masih terbatas. Dari total 5.552 SNI industri, baru 131 SNI atau sekitar 2,4 persen yang telah ditetapkan sebagai SNI Wajib.

Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mengingatkan, penerapan standardisasi harus mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan industri agar tidak menghambat produksi maupun pertumbuhan sektor manufaktur.

"SNI selain berfungsi dalam melindungi konsumen juga memiliki fungsi sebagai technical barrier. Oleh karena itu, hal ini perlu dipilah dengan baik. Jangan sampai SNI menjadi technical barrier bagi produksi dan pertumbuhan industri," kata Sarmuji di Jakarta, Jumat, 9 Oktober 2026. 


Di sisi lain, pengawasan terhadap produk berstandar terus dilakukan. Hingga September 2026, Kementerian Perindustrian telah mengawasi 45 SNI, meningkat dari 28 SNI pada tahun sebelumnya.

Pengawasan terhadap merek juga naik menjadi 78 merek, dibandingkan 73 merek pada tahun sebelumnya. Selanjutnya, pengawasan direncanakan mencakup enam SNI dan sembilan merek pada Oktober hingga November 2026.

Pengawasan dilakukan di pabrik dan pasar, termasuk melalui uji petik terhadap produk yang telah diberlakukan SNI Wajib. Langkah ini bertujuan memastikan produk lokal maupun impor yang beredar memenuhi standar mutu yang sama.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin Emmy Suryandari menjelaskan, pengawasan diperlukan untuk mencegah kerugian negara dan masyarakat akibat peredaran produk yang tidak sesuai standar.

Selain persoalan standardisasi, transformasi industri hijau juga menjadi perhatian. Sarmuji menyebut efisiensi energi dan penurunan emisi dapat memberikan nilai ekonomi melalui perdagangan karbon.

"Transformasi menuju industri hijau bukan sekadar kewajiban lingkungan, tetapi peluang ekonomi baru," tegasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Hashim Bantah Janjikan HP Gratis, Ngaku Dipelintir Media

Jumat, 30 Oktober 2026 | 00:13

Hemat Biaya Operasional, Drone Pertanian Frogs Bidik Program Cetak Sawah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45

28 Jam Pemuda Bicara di Malang Usung Deklarasi ‘Sumpah Promptmuda’

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:24

Kemenkop dan Pertamina Patra Niaga Luncurkan Model Pengumpulan Minyak Jelantah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:59

Asap dan Sengsara

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:52

Sempat Ditahan, 19 Demonstran Sumpah Pemuda Dibebaskan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:38

32,7 Juta Investor Kecewa Nilai Saham Anjlok Imbas MSCI, Hashim: Saya Juga

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:12

PLN Siap Pasok Daya Andal untuk Jaringan Usaha Telkom Group

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:47

Tim Yaqut Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Kuota Haji

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:36

Singapura Panggil 10 Perusahaan RI soal Karhutla, Rosan: Investasi Tetap Terbuka

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:21

Selengkapnya