Berita

Ilustrasi. (Foto: Freepik)

Finansial

Rupiah Menguat ke Rp17.898 per Dolar AS, Pasar Waspadai Konflik Timur Tengah

JUMAT, 09 OKTOBER 2026 | 10:02 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar rupiah menguat pada perdagangan Jumat, 9 Oktober 2026, ke level Rp17.898 per Dolar AS. 

Berdasarkan data Bloomberg, posisi tersebut menguat 17 poin atau 0,09 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Pengamat mata uang dan pasar keuangan Ibrahim Assuaibi menilai, perkembangan konflik di Timur Tengah masih menjadi perhatian pelaku pasar karena berpotensi mengganggu pasokan minyak dunia.


Konflik yang berlanjut antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran meningkatkan kewaspadaan pasar. Terlebih, kelompok tersebut dilaporkan menyerang kilang minyak di Riyadh pada awal pekan ini.

Meski pasokan minyak dari Timur Tengah meningkat sepanjang September, ancaman terhadap jalur pelayaran di Teluk dan Selat Hormuz disebut kembali meningkat pada Oktober. 

Sebelum konflik memanas, jalur tersebut mengangkut minyak dan bahan bakar dalam volume setara sekitar 20 persen pasokan global.

“Serangan terhadap kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz mencapai tingkat tertinggi pada pekan lalu, tertinggi sejak dimulainya perang Iran,” kata Ibrahim dalam risetnya.

Di sisi lain, pasar juga mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/The Fed). 

“Pelaku pasar secara luas memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 27-28 Oktober 2026, menyusul kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada bulan September,” jelasnya.

Namun, risiko inflasi yang berkelanjutan, salah satunya dipicu tingginya harga energi, masih membuka peluang kenaikan suku bunga pada Desember mendatang.

Ketidakpastian arah kebijakan moneter AS dan eskalasi konflik di Timur Tengah disebut menjadi faktor yang terus dicermati investor dalam menentukan langkah di pasar keuangan global.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Hashim Bantah Janjikan HP Gratis, Ngaku Dipelintir Media

Jumat, 30 Oktober 2026 | 00:13

Hemat Biaya Operasional, Drone Pertanian Frogs Bidik Program Cetak Sawah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45

28 Jam Pemuda Bicara di Malang Usung Deklarasi ‘Sumpah Promptmuda’

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:24

Kemenkop dan Pertamina Patra Niaga Luncurkan Model Pengumpulan Minyak Jelantah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:59

Asap dan Sengsara

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:52

Sempat Ditahan, 19 Demonstran Sumpah Pemuda Dibebaskan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:38

32,7 Juta Investor Kecewa Nilai Saham Anjlok Imbas MSCI, Hashim: Saya Juga

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:12

PLN Siap Pasok Daya Andal untuk Jaringan Usaha Telkom Group

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:47

Tim Yaqut Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Kuota Haji

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:36

Singapura Panggil 10 Perusahaan RI soal Karhutla, Rosan: Investasi Tetap Terbuka

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:21

Selengkapnya