Berita

Pelantikan Kapolri Suyudi Ario Seto oleh Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Istimewa)

Politik

Peneliti Charles University:

Visi Kapolri Suyudi Tegak Lurus dengan Agenda Presiden Prabowo

KAMIS, 08 OKTOBER 2026 | 18:36 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Peneliti kebijakan publik dari Charles University Praha, Choirul Anam, menilai kepemimpinan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Suyudi Ario Seto memiliki kesatuan arah yang kuat dengan agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hal tersebut dinilai tercermin dari orientasi kebijakan keamanan yang berfokus pada kepentingan masyarakat.

Choirul mengaitkan keselarasan ini melalui pembacaan simbolik antara angka 88 dan 08. Menurutnya, hal ini merupakan penegasan bahwa Polri akan bergerak dalam garis pemerintahan yang sama dengan Istana.

"Dalam pembacaan simbolik, 88 dapat dimaknai sebagai penegasan ganda atas arah 08, bahwa kepemimpinan Polri di bawah Suyudi hendak bergerak dalam garis pemerintahan Presiden Prabowo," ujar Choirul Anam dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.


Choirul menjelaskan bahwa keselarasan tersebut bukanlah sekadar bentuk loyalitas personal seorang Kapolri kepada Presiden yang mengangkatnya. Lebih dari itu, hal ini menunjukkan adanya penyatuan visi antara kebijakan di sektor keamanan nasional dengan agenda utama pemerintah.

Ia kemudian merujuk pada kerangka klasik The Philosophy of Loyalty dari pemikir Josiah Royce (1908). Menurut Choirul, loyalitas yang ditunjukkan oleh institusi Polri saat ini berada pada level pengabdian kepada tujuan yang lebih besar.

"Bagi Royce, loyalitas bukan sekadar kepatuhan kepada seseorang. Loyalitas merupakan pengabdian yang sadar, praktis, dan konsisten kepada suatu tujuan yang dianggap lebih besar daripada kepentingan individual," jelas akademisi yang juga memegang berbagai sertifikasi profesional tersebut.

Dalam konteks pemerintahan saat ini, tujuan besar yang dimaksud adalah rakyat. Choirul menyoroti bagaimana Presiden Prabowo dalam berbagai kesempatan, termasuk pada pidato pelantikannya, selalu menegaskan bahwa pemimpin harus bekerja dan menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Semangat pengabdian dan prioritas kepada rakyat tersebut, lanjut Choirul, dinilai sangat sejalan dengan arah kepemimpinan baru di tubuh Korps Bhayangkara.

"Suyudi datang dengan bahasa yang senada (dengan Presiden), yakni 'Polisi Bersama Masyarakat'," pungkasnya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Kuota Batu Bara Turun, Laba Bisnis Tambang Astra Tergerus 28 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:33

Denny Indrayana Walk Out dari Sidang Gugatan Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:17

Laba Otomotif Astra Naik 8 Persen

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:13

Maroko Kembangkan Pelabuhan Raksasa Berkapasitas 20 Juta Kontainer

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:11

Lewat Program Pelita, AHY Ajak Warga Manfaatkan Energi Surya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:10

Normalisasi Sungai di Jakarta Dikebut Jelang Musim Hujan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:02

Laba Astra Tergerus 12 Persen, Ini Penyebabnya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:58

Raja Juli Batal Bahas Karhutla di DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:43

Film Laut Bercerita Resmi Tayang di Bioskop Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:20

BGN Perluas MBG Prasmanan, Sasar 5.000-10.000 Dapur hingga Akhir Tahun

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:19

Selengkapnya