Berita

Surat suara pemilihan presiden 2024. (Foto: istimewa)

Politik

Putusan MK soal Gibran Bukti Penyelenggara Pemilu Tak Profesional

KAMIS, 08 OKTOBER 2026 | 14:05 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai menunjukkan adanya persoalan serius dalam proses verifikasi administrasi pencalonan pada Pemilu 2024.

Pengamat politik Adi Prayitno menilai temuan MK mengenai tidak adanya bukti sahih dokumen pendidikan yang dapat menjadi dasar penyetaraan pendidikan Gibran seharusnya menjadi evaluasi terhadap kinerja penyelenggara pemilu.

“Publik juga mempunyai kepentingan. Kok bisa persoalan yang semacam ini baru ditemukan?” kata Adi Prayitno, Kamis, 8 Oktober 2026.


Menurutnya, persoalan tersebut menunjukkan bahwa proses verifikasi saat pencalonan Gibran sebelumnya tidak dilakukan secara profesional dan mendalam oleh pihak-pihak terkait, termasuk penyelenggara pemilu.

“Itu artinya selama proses pencalonan kemarin tentu pihak-pihak yang terkait, salah satunya adalah penyelenggara, itu tidak profesional. Penyelenggara tidak melakukan verifikasi secara detail,” ujarnya.

Adi menilai persoalan tersebut harus menjadi pelajaran penting dalam penyelenggaraan pemilu berikutnya. Verifikasi terhadap persyaratan calon, kata dia, harus dilakukan secara lebih ketat agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.

“Ini yang saya kira harus ada pelajaran-pelajaran yang ditulis secara signifikan di kemudian hari. Jangan pernah terjadi lagi karena ini menyangkut persoalan bangsa dan masa depan kita,” tandasnya.


Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Sambut Wacana Revisi UU Tipikor, Komisi III DPR: Perlu Dikaji Lebih Mendalam

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:32

Mahasiswa Bentangkan Poster Raksasa Tolak Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:27

Asta Cita Sulit Berjalan Tanpa Stabilitas Keuangan dan Pemerintahan Bersih

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:22

Sahroni Minta Polisi Jaga Adik-adik Mahasiswa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 18:11

Mahasiswa Demo Mabes Polri, Jangan Kriminalisasi Pegawai PLN

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:57

Nasdem Bedah Pemikiran Bung Hatta untuk Perkuat Etika Politik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:51

Koperasi Sawit Didorong Bangun Pabrik CPO hingga Kilang Minyak Goreng

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:45

Massa Tertahan di Depan Gedung UOB, Desak Polisi Buka Jalan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:41

IHSG Menguat Tipis Usai RUPSLB BEI Setujui Dividen Rp1,56 T

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:24

Massa Berbaju Hitam Lewat Kantor KPU RI Menuju Bundaran HI

Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:14

Selengkapnya