Berita

Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria. (Foto: RMOL/Alifia Dwi)

Bisnis

Danantara Ogah Setor Dividen Rp120 Triliun ke Kas Negara, Begini Alasannya

KAMIS, 08 OKTOBER 2026 | 12:41 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) memastikan dividen Rp120 triliun yang sebelumnya diwacanakan masuk ke kas negara tidak akan disetorkan.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan, keuntungan yang diperoleh dari pengelolaan aset negara akan kembali diinvestasikan untuk mengembangkan aset dan investasi.

Dony menjelaskan, dana hasil pengelolaan aset tersebut ditempatkan melalui dua entitas, yakni Danantara Asset Management (DAM) dan Danantara Investment Management (DIM).


“Kan memang Danantara itu dividennya diinvestasikan. Kan memang demikian,  Makanya ada DAM dan DIM. Dividen itu diinvestasikan oleh Pak Pandu,” kata Dony di sela acara 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis 8 Oktober 2026.

Sebelumnya, wacana setoran dividen tersebut mengemuka di era Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menegaskan bahwa Danantara akan menyetor dividen sebesar Rp120 triliun ke kas negara.

Pada akhir Agustus lalu, Purbaya mengatakan pembahasan tersebut disepakati oleh Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Investasi sekaligus Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani. Saat itu, pemerintah disebut tinggal menunggu proses transfer dana.

Namun, Dony mengatakan rencana tersebut telah dikoreksi oleh Menteri Keuangan yang baru Suahasil Nazara.

“Seharusnya memang tidak ada rencana itu. Kan sudah dikoreksi sama Pak Menteri Keuangan yang baru,” ungkapnya.

Menurut Dony, Danantara memang dibentuk untuk mengelola aset sekaligus menginvestasikan kembali keuntungan yang diperoleh. Karena itu, dividen yang dihasilkan tidak serta-merta harus disetorkan ke kas negara.

Ia menjelaskan, pemerintah memiliki dua instrumen utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, yakni Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Danantara.

"Ada yang dibiayai oleh APBN yang tadi, yang basic Intrastructure, kesehatan, dan lain sebagainya. Ada yang di Danantara. Pada dasarnya dua duanya (milik) negara," katanya. 

Keuntungan dari aset yang dikelola Danantara selanjutnya diputar kembali untuk meningkatkan nilai aset dan memperluas investasi.

“Dua-duanya menjadi engine of growth,” kata Dony.

Dengan demikian, meski keuntungan tidak disetorkan langsung ke kas negara, Dony menegaskan pengelolaan dana tersebut tetap merupakan bagian dari pengelolaan aset milik negara.

“Danantara itu 100 persen punya negara, bukan punya orang lain,” pungkasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya