Berita

Konferensi Pers Pimpinan DPR bersama Pemerintah, Kamis, 8 Oktober 2026. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Perpres Ojol Terbit, Atur Tarif Biaya Platform hingga Tarif Makanan

KAMIS, 08 OKTOBER 2026 | 10:47 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Ekosistem Transportasi Berbasis Platform Digital resmi dirilis dengan cakupan berbagai pengaturan.

Perpres tersebut sekaligus membagi kewenangan pengaturan kepada sejumlah kementerian, mulai dari tarif angkutan orang, biaya jasa pengantaran barang dan makanan, hingga hubungan kemitraan antara aplikator dan pengemudi.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan aturan tersebut merupakan hasil sinkronisasi dan harmonisasi antara DPR dan pemerintah untuk mengatur ekosistem ojek online roda dua.


"DPR dan Pemerintah, dalam rangka kemudian mengakomodasi aspirasi dari yang beraktivitas menyelenggarakan ojek online, setelah sekian lama kemudian melakukan sinkronisasi, harmonisasi, agar didapat satu aturan yang dapat mengatur dengan baik," kata Dasco dalam konferensi pers, Kamis, 8 Oktober 2026.

Menurutnya, pengaturan dalam Perpres mencakup angkutan orang, tarif, pengangkutan barang dan makanan, serta pihak yang menaungi pengemudi ojol.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menjelaskan, perluasan cakupan menjadi salah satu perubahan dalam aturan terbaru. Jika sebelumnya pembahasan lebih banyak berkutat pada transportasi orang, kini pengantaran barang dan makanan juga masuk dalam regulasi.

"Perpres ini mengakomodasi dua hal yang dulunya kita hanya sekadar berbicara tentang transportasi orang, tapi sekarang juga Perpres ini mengatur juga terkait penghantaran barang dan produk-produk makanan yang ada di ekosistem transportasi online ini," ujar Maman.

Maman menambahkan, hubungan antara aplikator dan pengemudi nantinya tetap ditempatkan dalam skema kemitraan. Kementerian UMKM akan mengawal perjanjian kemitraan tersebut sebagai bagian dari kewenangannya.

"Ini menjadi kunci penting untuk menurunkan atau mendetailkan yang ada di dalam perpres," katanya.

Sementara itu, urusan tarif angkutan orang menjadi kewenangan Kementerian Perhubungan. 

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pihaknya telah menuangkan ketentuan mengenai biaya platform sebesar 8 persen dalam Keputusan Menteri Perhubungan yang berlaku sejak 1 Juli 2026.

"Pengaturan biaya platform 8 persen itu kami tuangkan di dalam Keputusan Menteri Perhubungan dan juga ada di dalam Perpres tersebut," kata Dudy.

Kementerian Perhubungan juga akan menjadi pengampu pengaturan tarif angkutan orang. Tarif tersebut nantinya menjadi salah satu rujukan bagi kementerian lain dalam menyusun aturan terkait layanan pengantaran.

Untuk pengantaran barang dan makanan, kewenangan berada di Kementerian Komunikasi dan Digital. Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria mengatakan pihaknya telah melakukan simulasi untuk menyusun pengaturan biaya jasa transportasi pada layanan tersebut.

"Di dalam Pasal 11 ayat 4 di Perpres ini Komdigi bertanggung jawab untuk menetapkan biaya jasa transportasi pengantaran barang dan makanan," ujar Nezar.

Pengaturan tersebut, kata dia, akan diturunkan dalam peraturan menteri. Salah satu yang akan diatur ialah mekanisme akuntabilitas dan transparansi dalam pembentukan tarif oleh platform.

"Intinya adalah kita ingin satu, pendapatan pengemudi jasa transportasi layanan pengantaran barang dan makanan ini menjadi lebih baik dengan perpres ini dan ada perlindungan juga yang lebih baik," katanya.

Di sisi lain, pelaksanaan Perpres masih membutuhkan sejumlah aturan turunan dari kementerian terkait. Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara Bambang Eko Suhariyanto mengatakan aturan pelaksanaan dari Komdigi, Kementerian UMKM, dan Kementerian Perhubungan dibatasi untuk terbit paling lambat 31 Desember 2026.

"Peraturan pelaksanaan dari menteri terkait misalnya dari Komdigi, dari UMKM, dan kemudian Perhubungan, itu kita batasi tanggal 31 Desember aturan pelaksanaan harus keluar," kata Bambang.

Untuk mencegah perbedaan pengaturan antar-kementerian, Dasco mengatakan tiga kementerian tersebut akan membentuk forum komunikasi atau sekretariat bersama.

Forum itu akan diketuai Maman Abdurrahman selaku Menteri UMKM untuk memastikan penyusunan aturan turunan Perpres dapat disinkronkan.

"Tiga kementerian ini akan membentuk forum komunikasi atau sekretariat bersama yang akan diketuai oleh Pak Maman Abdurrahman selaku Menteri UMKM agar sinkronisasi dan harmonisasi untuk pelaksanaan Perpres ini bisa berjalan dengan baik dan lancar," ujar Dasco.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Hashim Bantah Janjikan HP Gratis, Ngaku Dipelintir Media

Jumat, 30 Oktober 2026 | 00:13

Hemat Biaya Operasional, Drone Pertanian Frogs Bidik Program Cetak Sawah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45

28 Jam Pemuda Bicara di Malang Usung Deklarasi ‘Sumpah Promptmuda’

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:24

Kemenkop dan Pertamina Patra Niaga Luncurkan Model Pengumpulan Minyak Jelantah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:59

Asap dan Sengsara

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:52

Sempat Ditahan, 19 Demonstran Sumpah Pemuda Dibebaskan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:38

32,7 Juta Investor Kecewa Nilai Saham Anjlok Imbas MSCI, Hashim: Saya Juga

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:12

PLN Siap Pasok Daya Andal untuk Jaringan Usaha Telkom Group

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:47

Tim Yaqut Hadirkan Saksi Meringankan dalam Sidang Kuota Haji

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:36

Singapura Panggil 10 Perusahaan RI soal Karhutla, Rosan: Investasi Tetap Terbuka

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:21

Selengkapnya