Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bursa

Tiga Indeks Wall Street Melemah, Dow Jones Turun 0,66 Persen

KAMIS, 08 OKTOBER 2026 | 07:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) menjadi sinyal yang kembali membuat investor berhati-hati. 

Tekanan tersebut membuat Wall Street meninggalkan rekor penutupan yang dicapai sehari sebelumnya.

Pada penutupan Rabu, 7 Oktober 2026, waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average turun 341,11 poin atau 0,66 persen ke 51.180,17. S&P 500 melemah 17,18 poin atau 0,22 persen menjadi 7.801,75, sedangkan Nasdaq Composite turun 61,19 poin atau 0,22 persen ke 27.538,69.


Penurunan itu mengakhiri penguatan Dow Jones dan S&P 500 selama empat sesi berturut-turut. Nasdaq juga membukukan penurunan pertama setelah enam sesi beruntun menguat. Sementara itu, indeks Russell 2000 yang mewakili saham-saham berkapitalisasi kecil turun lebih dalam, yakni 1,3 persen.

Tekanan terhadap saham muncul ketika yield Treasury AS tenor 30 tahun mencapai level tertinggi dalam 24 tahun. Kondisi ini memperbesar kekhawatiran investor bahwa inflasi masih sulit ditekan, sementara tingginya utang pemerintah dan perusahaan turut membebani pasar obligasi.

Harga minyak menjadi faktor lain yang diperhatikan investor. Minyak mentah Brent sempat diperdagangkan di atas 100 Dolar AS per barel akibat kekhawatiran gangguan pasokan yang berkaitan dengan perang Iran. Lonjakan harga energi berpotensi kembali mendorong inflasi dan membuat suku bunga tinggi bertahan lebih lama.

Di antara 11 sektor S&P 500, saham sektor industri mencatat penurunan paling dalam. Sebaliknya, sektor kesehatan menjadi salah satu yang mencatat penguatan.

Kenaikan yield Treasury juga menekan sektor perumahan. Suku bunga hipotek tetap 30 tahun melonjak ke level tertinggi hampir tiga tahun, sehingga indeks saham perumahan turun 2,3 persen dan saham perusahaan pembangun rumah merosot 2,9 persen.

Saham-saham chip ikut terkoreksi 1,2 persen setelah sebelumnya menguat lebih dari 80 persen sepanjang tahun ini. Saham SpaceX juga turun 2,5 persen setelah laporan menyebut perusahaan milik Elon Musk itu tengah mencari pendanaan 40 miliar Dolar AS untuk membiayai pembelian chip Nvidia.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Tiga Tantangan Utama Ekonomi Global Menurut IMF: Energi, Utang, dan Teknologi AI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:10

Tiga Indeks Wall Street Melemah, Dow Jones Turun 0,66 Persen

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:46

Harga Logam Mulia Redup Disengat Dolar AS dan Kenaikan Imbal Hasil

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:34

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Terseret Dugaan Penyalahgunaan Dana Donasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:16

Bursa Eropa Berguguran Disengat Lonjakan Minyak dan Obligasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:02

Baznas Perkuat Ekosistem Digital Fundraising

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:51

PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:25

Pilpres 2029 Lampu Kuning untuk Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:01

Pakpok Putusan MK

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:33

Pramono Larang PMI Pungut Iuran ke ASN DKI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:21

Selengkapnya