Berita

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

IPW:

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

SELASA, 06 OKTOBER 2026 | 05:09 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Indonesia Police Watch (IPW) menilai Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto tidak sedang melakukan konsolidasi organisasi tetapi sedang melakukan regroupingsehaluan yang sangat terlihat sebagai gebrakan radikal dalam mutasi pasca dilantik memimpin korps Bhayangkara. 

Pasalnya, hanya dalam waktu satu hari setelah disetujui DPR dan dilantik oleh Presiden Prabowo pada 1 Oktober 2026, lulusan Akpol 1994 tersebut langsung gerak cepat melakukan perombakan di pusat internal dengan menggusur pejabat-pejabat Polri lingkaran mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, kecuali Komjen Wahyu Hadiningrat.

"Langkah radikal Jenderal Suyudi Ario Seto itu, tidak biasa dilakukan oleh seorang insan Bhayangkara yang baru dilantik sebagai Kapolri untuk memimpin institusi Polri yang cukup besar kalau tidak ada “kekuatan” politik di belakangnya," kata Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso, dikutip Selasa 6 Oktober 2026.


Menurut Sugeng, filosofi polisi adalah  merangkul, akomodatif, persuasif serta koordinatif, dan tidak radikal atau frontal. 

Hal Ini telah dilakukan saat Kapolri baru dijabat oleh Jenderal Idham Azis dan juga Jenderal Listyo Sigit Prabowo, disamping Kapolri-Kapolri sebelumnya setelah dilantik untuk memimpin institusi Polri. 

Kondisi tersebut terjadi karena adanya senioritas dan juga kakak asuh-kakak asuh saat dalam pendidikan Akpol. Sehingga, ketika melakukan konsolidasi atau perombakan mengutamakan stabilitas yang harus terjaga di antara sesama korps. 

"Sementara Kapolri Suyudi Ario Seto sehari setelah menjabat sudah mengubah banyak simpul," kata Sugeng.

Karenanya, IPW mengingatkan Kapolri Suyudi Ario Seto untuk tidak melakukan “gebrakan radikal”, kecuali ada alasan yang objektif dan kuat untuk mengganti dan mencopot anggotanya. 

"Seperti misalnya, adanya catatan dari Propam bahwa anggota tersebut telah melakukan pelanggaran kode etik Polri atau telah melakukan dugaan perbuatan pidana," pungkas Sugeng. 

Diketahui, satu hari pasca dilantik, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto langsung melakukan mutasi terhadap 88 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) Polri. 

Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. 

Salah satu yang berganti adalah jabatan Kapolda Metro Jaya yang kini ditempati Irjen Dadang Hartanto. Sebelumnya Kapolda Metro Jaya dijabat Komjen Asep Edi Suheri.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya