Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bursa

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

SABTU, 03 OKTOBER 2026 | 07:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Eropa kembali mendapat tenaga setelah tekanan dari aksi jual obligasi mulai mereda. 

Investor menyambut data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan karena kondisi tersebut mengurangi kekhawatiran terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 2 Oktober 2026, waktu setempat, indeks STOXX 600 pan-Eropa ditutup naik 0,8 persen, berbalik dari penurunan tajam sehari sebelumnya yang membawa indeks ke level terendah dalam lebih dari tiga bulan. 


Di pasar utama, DAX Jerman naik 1,17 persen menjadi 25.231,20, sedangkan FTSE 100 Inggris menguat 0,32 persen ke 10.461,95.

Penguatan bursa Eropa terutama ditopang sektor teknologi yang melonjak 2,6 persen, seiring kembali meningkatnya minat investor terhadap saham yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI). Saham Infineon Technologies melesat sekitar 9 persen, sementara Aixtron dan Soitec masing-masing naik 7,6 persen.

Sentimen pasar juga membaik setelah imbal hasil obligasi pemerintah Jerman tenor 10 tahun turun lebih dari 6 basis poin menjadi 3,454 persen. Penurunan harga minyak sekitar 3 Dolar AS per barel turut membantu meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko, setelah kenaikan imbal hasil obligasi global sebelumnya menekan pasar saham.

Dari AS, pertumbuhan lapangan kerja pada September melambat lebih dari perkiraan, sementara data dua bulan sebelumnya direvisi turun tajam. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar mengurangi taruhan terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober.

Meski demikian, investor Eropa masih menghadapi tekanan dari inflasi. Inflasi zona euro pada September meningkat lebih tinggi dari perkiraan dan diperkirakan masih berpotensi naik dalam beberapa bulan mendatang. Setelah Bank Sentral Eropa (ECB) menaikkan suku bunga bulan lalu, pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 81,8 persen.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya