Berita

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Kesehatan

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

SABTU, 03 OKTOBER 2026 | 08:05 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menunda pemeriksaan kesehatan bukan hanya berisiko membuat penyakit terlambat ditangani, tetapi juga dapat memperbesar beban biaya ketika kondisi sudah membutuhkan perawatan lebih serius.

Persoalan ini masih menjadi tantangan di Indonesia. Lebih dari 80 persen pasien kanker baru terdiagnosis pada stadium tiga atau empat. Pada tuberkulosis (TBC), keterlambatan diagnosis juga dapat membuat pengobatan tertunda sekaligus memperpanjang risiko penularan.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa kesehatan dan kemampuan finansial semakin sulit dipisahkan. Studi Prudential plc bersama Economist Impact bertajuk “Suara Pasien Indonesia” menunjukkan, 9 dari 10 responden mengaku pernah menunda perawatan, dan hampir separuh di antaranya melakukannya berulang kali.


Keputusan menunda perawatan tidak selalu berarti masyarakat mengabaikan kesehatan. Studi tersebut mencatat sejumlah hambatan, mulai dari keterbatasan informasi kesehatan hingga kebutuhan keluarga yang kerap ditempatkan di atas kebutuhan diri sendiri. Faktor biaya juga menjadi salah satu pertimbangan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sekitar 26,6 persen masyarakat Indonesia masih menghadapi tantangan dalam membiayai layanan kesehatan pada 2025. Pengeluaran kesehatan yang dibayar langsung masyarakat atau out-of-pocket diperkirakan mencapai sekitar Rp175 triliun. Beban tersebut bahkan berpotensi membuat sekitar 12,8 juta penduduk jatuh miskin akibat biaya kesehatan.

Risiko finansial semakin terasa ketika masyarakat menghadapi penyakit yang membutuhkan perawatan mahal. Data industri asuransi Indonesia menunjukkan rata-rata biaya perawatan penyakit pernapasan meningkat 106,3 persen, dari Rp49,9 juta pada 2023 menjadi Rp103 juta pada 2025.

Di sisi lain, perhatian terhadap penyakit pernapasan juga meningkat. Kementerian Kesehatan mencatat kecenderungan peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama di Banten, Lampung, dan Jawa Barat pada September 2026.

Kenaikan biaya perawatan tersebut membuat pencegahan dan deteksi dini tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga kesiapan keuangan keluarga. Pemeriksaan berkala dan pola hidup sehat dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko, sementara perlindungan finansial dapat dipersiapkan untuk menghadapi kebutuhan medis yang tidak terduga.

Yosie William Iroth, Chief Health Officer Prudential Indonesia dalam keterangannya yang dikutip Sabtu 3 Oktober 2026, mengatakan, “Di tengah tingginya biaya pengobatan dan perawatan rumah sakit di Indonesia, memilih produk asuransi kesehatan dari perusahaan yang mampu memberikan perlindungan kesehatan sekaligus mendampingi Nasabah dalam tiap tahapan, menjadi bagian penting dari perencanaan keuangan keluarga agar tidak perlu mengorbankan tabungan maupun tujuan keuangan jangka panjang ketika menghadapi kondisi medis yang tidak terduga.”

Sejumlah perusahaan asuransi kemudian mulai mengembangkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pembiayaan ketika nasabah sakit, tetapi juga kegiatan promotif dan preventif. Prudential Indonesia, misalnya, mencatat sebanyak 4.570 Nasabah, Tenaga Pemasar, dan karyawan mengikuti mini medical check-up gratis melalui kolaborasi dengan jaringan PRUPriority Hospitals sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

Melalui kegiatan PRUActive, perusahaan tersebut juga menyebut telah mengajak lebih dari 60.000 masyarakat berolahraga bersama sejak 2023. Kegiatan tersebut diarahkan untuk mendorong gaya hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Pengalaman terkait pembiayaan perawatan juga disampaikan Doni Kurniawan, Nasabah Prudential Indonesia sejak 2016. Ia mengaku pernah memanfaatkan fasilitas Mini MCU dan mengajukan klaim ketika menjalani operasi pada akhir 2025.

“Saya sempat memanfaatkan fasilitas Mini MCU saat menghadiri Customer Day. Pengalaman tersebut menyenangkan karena tim Prudential sangat informatif dan komunikatif. Selain itu, saya pertama kali mengajukan klaim pada akhir 2025 saat harus menjalani operasi. Saya mendapatkan diagnosa dokter pada hari Sabtu. Lalu, berkat bantuan agen Prudential yang sigap, saya bisa dirawat inap pada hari Minggu dan langsung menjalani tindakan pada Senin. Biaya operasi sekitar Rp35 juta hingga perawatan pasca-operasi seluruhnya ditanggung oleh Prudential. Prosesnya sangat lancar dan memudahkan,” ujar Doni.

Menurut Yosie, kebutuhan kesehatan seseorang terus berubah mengikuti usia, gaya hidup, dan kondisi keluarga. Karena itu, perlindungan kesehatan perlu disesuaikan dengan kebutuhan pada setiap tahap kehidupan.

“Sejalan dengan semangat “Janji, jadi nyata”, Prudential Indonesia menghadirkan berbagai solusi perlindungan yang dirancang untuk menemani kebutuhan kesehatan Nasabah yang terus berkembang, mulai dari langkah preventif, deteksi dini, hingga dukungan ketika membutuhkan perawatan. Kami ingin memastikan Nasabah memiliki perlindungan yang relevan dengan kebutuhan di setiap tahapan kehidupan, sehingga mereka dapat menjalani hidup dengan lebih tenang dan percaya diri,” tutup Yosie.


Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya