CEO Hive Five Dr. Sabar L. Tobing di Universitas HKBP Nommensen Medan. (Foto: Dok. Pribadi)
Perkembangan artificial intelligence (AI) dan transformasi digital mengubah cara kerja profesi perpajakan sekaligus meningkatkan kebutuhan terhadap tenaga profesional yang mampu membaca data dan menguasai teknologi.
Founder & CEO Hive Five Dr. Sabar L. Tobing mengatakan, perubahan tersebut perlu diantisipasi mahasiswa sejak di bangku kuliah dengan membangun kompetensi dan menentukan arah karier secara terencana.
Hal itu juga disampaikan Sabar dalam Kuliah Umum Universitas HKBP Nommensen Medan bertajuk "The Future of Taxation: AI, Digital Transformation & The Future of Tax Professionals" yang dihadiri lebih dari 500 mahasiswa.
"Dunia terus berubah dengan cepat seiring perkembangan teknologi digital. Generasi muda harus terus beradaptasi dan meningkatkan kompetensi," kata Sabar dikutip Selasa, 29 September 2026.
Menurutnya, lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya mengandalkan latar belakang akademik. Dunia kerja membutuhkan kompetensi yang lebih spesifik, termasuk kemampuan memahami data dan teknologi digital.
"Perusahaan membutuhkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu memahami data dan menguasai teknologi digital," ujarnya.
Sabar juga menyoroti pemanfaatan AI dalam sistem perpajakan. Teknologi tersebut dapat menjadi alat bantu untuk mendeteksi ketidakwajaran dalam penerapan Self Assessment System.
"
Artificial Intelligence berperan sebagai alat bantu untuk mendeteksi ketidakwajaran dalam sistem perpajakan Indonesia yang menerapkan
Self Assessment System," jelasnya.
Menurut Sabar, perkembangan teknologi juga menjadi tantangan bagi konsultan pajak dan wajib pajak, terutama dalam proses adaptasi terhadap implementasi Coretax.
Ia menyebut rasio konsultan pajak saat ini sekitar 1:735. Kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan tenaga profesional perpajakan masih besar, terutama ketika wajib pajak harus beradaptasi dengan sistem digital.
"Mahasiswa perlu mengembangkan keterampilan yang spesifik dan mendalam agar memiliki keahlian yang kuat di bidang profesional tertentu," tuturnya.
Sabar juga mendorong mahasiswa menentukan arah karier sejak dini agar proses pendidikan dapat diarahkan pada keterampilan yang sesuai dengan bidang yang ingin ditekuni.
Pada kesempatan tersebut, Sabar memberikan beasiswa penuh hingga lulus kepada mahasiswa terpilih Universitas HKBP Nommensen Medan.
"Kondisi ekonomi bukan menjadi penghalang untuk meraih pendidikan tinggi," pungkasnya.