Berita

Anggota Komisi XII DPR Shanty Alda Nathalia. (Foto: Istimewa)

Energi

Hadapi Cuaca Ekstrem, Pemerintah Didorong Perkuat Keandalan Pasokan Listrik

SENIN, 28 SEPTEMBER 2026 | 08:37 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Cuaca ekstrem yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia menjadi perhatian terhadap keandalan sistem kelistrikan nasional. Kondisi cuaca, mulai dari kemarau berkepanjangan hingga curah hujan ekstrem, dapat memengaruhi kemampuan pembangkit sekaligus mengganggu kontinuitas pasokan listrik kepada masyarakat.

Anggota Komisi XII DPR Shanty Alda Nathalia meminta pemerintah dan PT PLN (Persero) memastikan keandalan pasokan listrik tetap terjaga, terutama di tengah meningkatnya tantangan akibat perubahan kondisi cuaca.

“Cuaca ekstrem telah berdampak terhadap keandalan sistem kelistrikan di sejumlah wilayah. Di Sulawesi Selatan misalnya, penurunan debit air akibat kemarau berdampak pada kemampuan PLTA dan menyebabkan pemadaman bergilir dalam beberapa waktu terakhir,” kata Shanty dalam keterangannya, Senin 28 September 2026.


Menurutnya, berbagai langkah penanganan yang telah dilakukan perlu terus dioptimalkan agar kondisi kelistrikan dapat kembali stabil. Salah satu upaya yang dilakukan adalah modifikasi cuaca untuk membantu meningkatkan ketersediaan air dan mendukung operasional pembangkit listrik tenaga air.

“Langkah ini kami apresiasi dan perlu terus dioptimalkan agar keandalan pasokan listrik kepada masyarakat dapat segera pulih,” kata politisi PDIP ini.

Shanty menilai kondisi tersebut juga perlu menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat ketahanan sistem kelistrikan dalam menghadapi perubahan iklim. Menurutnya, perencanaan sistem kelistrikan ke depan perlu mempertimbangkan berbagai risiko yang dapat memengaruhi produksi pembangkit.

“Ke depan, kondisi seperti ini harus menjadi evaluasi untuk memperkuat ketahanan sistem kelistrikan menghadapi perubahan iklim. Pemerintah dan PLN perlu menyiapkan mitigasi dan pasokan pengganti ketika produksi pembangkit terganggu,” saran Shanty.

Ia menambahkan, risiko terhadap sistem kelistrikan dapat muncul dari berbagai kondisi cuaca. Kekeringan pada periode El Niño, misalnya, dapat berdampak terhadap ketersediaan air untuk pembangkit listrik tenaga air. Sementara itu, curah hujan ekstrem, banjir, dan longsor pada periode La Niña juga dapat mengganggu infrastruktur kelistrikan di sejumlah wilayah.

Karena itu, kesiapan menghadapi berbagai skenario cuaca dinilai penting agar gangguan pada satu sumber pembangkitan tidak langsung berdampak signifikan terhadap masyarakat.

“Baik akibat kekeringan saat El Niño maupun curah hujan ekstrem, banjir dan longsor pada periode La Niña, pemerintah dan PLN perlu memastikan adanya mitigasi serta pasokan pengganti sehingga pasokan listrik kepada masyarakat tetap terjamin,” kata Shanty.

Shanty berharap penguatan ketahanan sistem kelistrikan dapat dilakukan secara berkelanjutan, baik melalui diversifikasi sumber pembangkitan, kesiapan cadangan daya, penguatan infrastruktur jaringan, maupun peningkatan kapasitas mitigasi terhadap risiko bencana dan cuaca ekstrem.

Ia menambahkan, keandalan listrik tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan energi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga aktivitas masyarakat dan perekonomian tetap berjalan ketika menghadapi kondisi cuaca yang semakin dinamis.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya